Main Menu

Saham PGN (PGAS) Naik Seiring Kejelasan Holding Migas

G.A Guritno
17-01-2018 20:54

Ilustrasi. (Shutterstock/FT02)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com - Dari 45 emiten yang masuk dalam perhitungan indeks LQ-45, Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) terhitung paling banyak ditransaksikan oleh investor asing di pasar reguler pada hari Rabu, 17 Januari 2018. Sebanyak 82,99 juta lembar saham dengan nilai Rp 11,40 milyar telah ikut mendongkrak saham PGAS hingga 25,53% menjadi Rp 2.360 per saham.

 

Para analis saham pada pagi harinya memberi ulasan bahwa tren kenaikan PGAS pada perdagangan hari Rabu di kisaran Rp 2.230 per saham. Dengan demikian kenaikan PGAS telah melampuai target awal sejumlah analis.

 

 

Penguatan saham PGAS tersebut tidak dapat lepas dari isu holding energy yang mulai terang. Kabar tersebut mendorong investor asing memburu saham PGAS. Rencana holding Badan Usaha Milik Negera (BUMN) di sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang sudah dapat terbaca oleh investor membuat saham PGAS jadi incaran asing.

 

 

Dua manajemen investasi asing yang tertarik dengan PGAS adalah Schroder PLC dan Westwood Management Coorporation. Keduanya telah menanamkan duitnya ke saham PGAS. Pada kuartal I-2017 Westwood telah memiliki 18,86 juta saham di PGAS dan di kuartal IV-2017 sudah menambah sahamnya menjadi 67,39 juta lembar.

 

 

Sementara Schroder yang pada kuartal I-2017 tidak memiliki saham di PGAS, pada kuartal IV-2017 sudah punya saham di perusahaan pelat merah ini sebesar 34,08 juta. Sentimen positif yang berhembus ke PGAS tersebut muncul setelah pemberian kesempatan atau sinyal hijau untuk mengakuisisi anak usaha Pertamina yang mengurusi bidang gas yakni PT Pertamina Gas (Pertagas).

 

 

Langkah akuisisi terhadap Pertagas tersebut dinilai akan mendorong PGAS dapat lebih fokus dalam mengembangkan usaha distribusi gas. Apabila PGAS bisa menunjukan strategi perusahaan yang prospektif untuk dapat meningkatkan efisiensi bisnisnya, maka sejumlah analis memprediksi saham PGAS bisa terdongkrak naik di kisaran Rp 2.770 – Rp 2.940.

 

 

Rencana pemerintah untuk merealisasikan pembentukan holding BUMN di sektor energi yang belakangan ini mencuat dinilai mengarah pada konsolidasi pengelolaan di hulu dan hilir yang semakin fokus. Kini, selain PT PGN yang mengurusi bidang usaha gas, BUMN energi yang lain adalah PT Pertamina (Persero). Pertamina sendiri memiliki anak usaha yang juga bergerak di bidang usaha gas bumi, yakni PT Pertamina Gas (Pertagas).

 

 

Merujuk pada salah satu skema yang pernah disampaikan oleh Kementerian BUMN dalam berbagai kesempatan, ada skenario untuk menyatukan Pertagas ke PGN dan kemudian PGN menjadi anak usaha dari Pertamina. Dalam skema tersebut, saham seri B milik negara di PGN sebesar 57% akan dialihkan ke Pertamina, sementara 100% saham Pertagas bakal dialihkan ke PGN.

 

Konsolidasi bidang usaha gas di tangan PGN dinilai akan meningkatkan kinerja pengelolaan energi nasional, dimana pembangunan infrastruktur gas menjadi terintegrasi. Langkah tersebut bakal mendorong distribusi gas di tanah air bisa semakin efisien dan lebih merata.

 


Editor: G.A. Guritno

 

 

 

 

 

 

 

G.A Guritno
17-01-2018 20:54