Main Menu

Mantan Bos Gunung Agung Sebut Anang Beli Saham Neuraltus Miliknya

Iwan Sutiawan
23-01-2018 02:36

Pengusaha Made Oka Masagung jalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin (22/1). (GATRA/Adi Wijaya/AK9)

Jakarta, Gatra.com - Mantan bos Gunung Agung, Made Oka Masagung, menyebut Dirktur Utama (Dirut) PT Quadra Solution, Anang Sugana Sudhardjo, sempat membeli saham miliknya di perusahaan Amerika Serkat (AS), Neuraltus Pharmaceuticals. Inc.


"Ada, penjualbelian saham saya di Singapura," kata Oka saat bersaksi dalam sidang perkara korupsi e-KTP yang membelit terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (22/1).

Oka mengaku awalnya membeli saham perusahaan asal AS itu melalui perusahaan miliknya di Singapura, Delta Energy Pte Ltd. "Ini perusahaan pemegang saham. Dia pemegang saham, perusahaan itu khusus untuk memegang saham," ujarnya.

Menurut Oka, perusahaan ini hanya sebagai pemegang saham sehingga tidak mempunyai karyawan. Sedangkan pembelian saham Neuraltus dilakukan Anang melalui perusahaannya di Singapurna bernama PT Multicom Investment pada 10 Desember 2012. "[Nilai jualnya] 3 juta USD, didbayar 2 juta USD. Saya balikin lagi 1 tahun kemudian, kurang lebih sebesar 2 juta USD," katanya.

Sedangkan saat jaksa penuntut umum KPK menanyakan kenapa Anang membeli saham, padahal sekitar 2011 atau 2012 memerlukan modal sekitar Rp 30-50 milyar untuk menggarap proyek e-KTP, Oka mengaku tidak mengetahui dari mana Anang punya uang sebanyak itu dalam waktu relatif singkat.
"Saya kurang tahu dia dapat duit dari mana," ucapnya.

Soal kenapa mengembalikan uang Anang sejumlah US$ 2 juta, Oka berdalih bahwa Anang belum melunasi semuanya sejumlah US$ 3 juta. "Pembayarannya bertahap, pesannya US$ 3 juta, bayarnya hanya US$ 2 juta, makanya saya kembalikan 1 tahun kemudian US$ 2 juta juga," katanya.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum KPK dalam surat dakwaan terhadap Novanto menyebut Novanto menerima uang sejumlah US$ 7,3 juta terkait korupsi e-KTP. Novanto menerima uang sejumlah ini melalu Oka Masagung dan juga keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi.

Novanto menerima uang dari Made Oka Masagung sejumlah US$ 3,8 juta. Uang tersebut sebelumnya diberikan dari Direktur Bimorf Lone LLC, Johannes Marliem dan Dirut PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudardjo.

Adapun rinciannya, US$ 3,8 juta diterima Novanto melalui Made Oka Masagung itu terdiri US$ 1,8 juta melalui rekening OCBC Center Branch atas nama OEM Investment Pte Ltd dan US$ 2 juta melalui rekening Delta Energy Pte Ltd di Bank DBS Singapura. Sedangkan US$ 3,5 juta diterima Novanto melalui Irvanto Hendra Pambudi Cahyo pada 19 Januari 2012 sampai 19 Februari 2012.

Dalam perkara ini jaksa penuntut umum KPK mendakwa Setya Novanto melanggar dakwaan pertama yakni Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Atau, melanggar dakwaan kedua, yakni Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.


Editor: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
23-01-2018 02:36