Main Menu

Harga Saham AS Rontok, Pertanda Apa?

Rosyid
06-02-2018 09:41

(Reuters/Brendan McDermid/AK9)

New York, Gatra.com - Indeks  saham S & P 500 dan Dow Industrials rontok hingga lebih dari 4.0 persen menyusul  anjloknya nilai saham dalam perdagangan yang sangat fluktuatif, Senin (5/2). Bahkan Dow mencatat penurunan intraday terbesar dalam sejarah dengan penurunan hampir 1600 poin. Sementara Wall Street kehilangan seluruh keuntungannya dalam setahun . 

 

Penurunan Index S&P 500 dan Dow Jones  Industrial Average terbesar sejak Agustus 2011. Ketika itu pasar saham sangat rapuh ditandai dengan turunnya peringkat kredit Amerika serikat dan krisis utang di zone Eropa.

 

Para investor sekarang bertanya-tanya apakah penurunan ini penanda pasar bakal memasuki tahap bull (harga saham menguat) atau jatuh ke masa-masa Bear (pasar saham lesu).

 

Mereka yang berpendapat pasar akan membaik karena perusahaan-perusahaan AS menghasilkan pendapatan yang kuat. Kebijakan pemangkasan pajak Trump juga berkontribusi memperkuat struktur pendapatan perusahaan di AS. Hal itu pada akhirnya akan meningkatkan valuasi pasar. Sementara yang memprediksi pasar akan lesu karena kenaikan imbal hasil obligasi dan melambungnya inflasi yang memicu kekhawatiran bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan tahun ini.

 

Harga saham di Amerika Serikat  merayap naik sejak terpilihnya Presiden Trump. Pasar melihat ada peluang kebijakan pemangkasan pajak, deregulasi dan pembangunan infrastruktur. Menyusul penurunan saham , Gedung Putih menegaskan fundamental ekonomi A.S. kuat. Pertumbuhan ekonomi A.S. berjalan pada tingkat tahunan 2.6 pada kuartal keempat tahun lalu dan tingkat pengangguran berada di level 4,1 persen, terendah dalam  17 tahun. 

 

"Pasar telah mengalami kemunduran yang luar biasa," kata Michael O'Rourke, kepala strategi pasar di JonesTrading In Greenwich, Connecticut kepada Reuters, Senin (5/2) waktu setempat.


 

Editor: Rosyid

 

Rosyid
06-02-2018 09:41