Main Menu

Turunnya IHSG Hari Ini Terimbas Pasar Saham di Asia

didi
06-02-2018 14:32

Ilustrasi. (GATRA/Agriana Ali/AK9)

 

Indeks Nikkei 225 Jepang dibuka turun 4,95% pada awal sesi sementara Indeks Kospi pun dibuka turun 2,06%. Kemudian Indeks Down Under S&P/ASX 200 Australia juga dibuka turun sebesar 3,03%. Di China, Shanghai Composite dan Shenzhen Composite kompak anjlok masing-masing 1,52% dan 1,78%. Adapun saham Hang Seng Hong Kong juga terjun 3,15% di awal sesi.

Analis dari PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, kekompakan pelemahan saham dunia tersebut lantaran kekhawatiran akan peningkatan secara signifikan tingkat suku bunga The Fed setelah dirilisnya kenaikan data ketenagakerjaan memberikan imbas negatif dengan terjadinya aksi jual.

Reza melanjutkan, tidak hanya di bursa saham Asia, pada bursa saham Eropa pun juga ikut terkena imbas pelemahan seiring dengan kekhawatiran yang sama terkait potensi kenaikan tingkat suku bunga The Fed.

“Pada sektor keuangan, merupakan sektor yang tertekan paling dalam. Di sisi lain, pelaku pasar juga menanggapi rilis kinerja para emiten, data-data makroekonomi, hingga kondisi politik di Zona Euro, terutama kembali adanya negosiasi terkait Brexit antara Inggris dan Uni Eropa,” ujarnya kepada Gatra.com.

Sementara di AS sendiri, kata Reza, pelaku pasar banyak melakukan aksi jual pada saham-saham keuangan dan energi sehingga menyeret pelemahan pada sejumlah sektor saham lainnya.

Adanya kenaikan harga saham Apple dan Amazon sempat menahan pelemahan dalam Nasdaq namun, masih kurang kuat menahan pelemahan mayoritas indeks saham AS secara keseluruhan. “Kekhawatiran akan kenaikan suku bunga The Fed yang lebih cepat memicu terjadinya aksi jual,” jelasnya.

Adapun saham-saham pilihan Binaartha Sekuritas untuk hari ini antara lain, GGRM, BRPT, ADRO, PPRE, BBRI. Reza memperkirakan IHSG hari ini akan berada di kisaran support 6.567-6.578 dan resisten 6.600-6.624.

Ia mengatakan, laju IHSG yang tertahan di area support memberikan gambaran meningkatnya volume jual namun, tertahan dengan masih adanya aksi beli. Pergerakan variatif pun dimungkinkan dapat terjadi seiring masih beragamnya sentimen yang ada.

Meski masih terdapat sentimen negatif dari pergerakan bursa saham Asia yang melemah namun, diharapkan juga dapat dimanfaatkan untuk kembali masuk.

"Diharapkan, aksi jual dapat lebih terbatas sehingga IHSG berpeluang berbalik naik. Tetap waspadai masih adanya aksi-aksi profit taking yang dapat membuat IHSG kembali tertahan kenaikannya," ujarnya.


Reporter: Didi Kurniawan

Editor : Sandika Prihatnala

 

didi
06-02-2018 14:32