Main Menu

Kurangi Hambatan, Singapura Malaysia Jalin Pasar Saham Bersama

Birny Birdieni
07-02-2018 05:20

Ilustrasi pasar saham (Shutterstock/FT02)

Singapura, Gatra.com- Singapura dan Malaysia mengumumkan rencana untuk menjalin perdagangan baru antara pasar saham mereka pada akhir tahun ini. Kesepakatan ini akan membantu menurunkan biaya perdagangan dan mendorong investasi lintas batas.

 

Hubungan perdagangan baru antara Bursa Malaysia dan Singapore Exchange ini akan memungkinkan investor melakukan perdagangan dan menyelesaikan saham yang terdaftar di pasar saham masing-masing dengan cara lebih nyaman dan hemat biaya. Dimana ini akan menguntungkan investor ritel.

 

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengumumkan langkah tersebut kepada investor yang berkumpul di Simposium Pasar Modal Dunia di Kuala Lumpur, Selasa (6/2) kemarin. "Pengaturan peraturan akan ditangani oleh otoritas pengatur yang relevan di negara tersebut, untuk membuka jalan bagi pembentukan hubungan perdagangan ini," kata Najib dalam pidatonya seperti dikutip dari Reuters.

 

Link kerjasama tersebut, lanjut Najib akan memungkinkan akses tanpa batas antara pasar, yang memiliki kapitalisasi pasar gabungan lebih dari US$1,2 trilyun dan sekitar 1.600 perusahaan publik. Tautan ini mencakup pengaturan pasca perdagangan seperti kliring dan penyelesaian saham diperdagangkan.

 

Otoritas Moneter Singapura (MAS) dan Komisi Sekuritas Malaysia (SC) akan membentuk pengaturan pengawasan dan penegakan lintas batas. "Hubungan perdagangan akan membantu menurunkan biaya perdagangan bagi investor dan mendorong investasi lintas batas yang lebih besar di saham-saham yang terdaftar di bursa masing-masing," kata Asisten Managing Director MAS, Lee Boon Ngiap.

 

Langkah ini juga diyakini Lee akan memperbaiki likuiditas kedua pasar saham negara tersebut. Harapannya, inisiatif tersebut akan diperluas dengan mencakup sisa bursa saham di ASEAN.

 

Ahli strategi pasar yang berbasis di Singapura, Jingyi Pan berharap langkah tersebut dapat memfasilitasi lebih banyak arus lintas batas antara kedua negara. Sehingga dapat menjadi langkah awal untuk melihat lebih banyak hubungan semacam itu di kawasan ASEAN.

 

Inisiatif kerjasama jalin saham Singapura Malaysia ini muncul hanya setelah beberapa bulan rencana menghubungkan bursa Singapura, Malaysia dan Thailand batal. Padahal peluncuran ambisius kesepakatan itu sudah dilakuan sejak tahun 2012 lalu karena kemajuannya lamban.

 

Ketua Komisi Sekuritas Malaysia Ranjit, Ajit Singh mengatakan ada kelemahan dalam sistem 2012 tersebut. Yakni dari sisi struktur, biaya dan beberapa masalah penyelesaian perdagangan rumit yang akan dibahas di link baru.

 

Dahulu Singapura dan Malaysia adalah satu negara, namun berpisah pada tahun 1965. Hubungan erat antara negara-negara telah mencair dalam beberapa tahun terakhir dengan serangkaian kesepakatan bilateral ditandatangani.

 

Bagaimanapun, menghubungkan pasar telah menjadi hal mendesak di ASEAN. Sebab persaingan dari hubungan pasar keuangan tempat lain di Asia tumbuh. Pada 2016, Cina menyetujui perdagangan saham antara Hong Kong dan Shenzhen.

 

"Saya melihat cerita yang lebih besar, dan saya berharap Thailand akan masuk, saya harap Vietnam akan masuk dan pasar terus berkembang," kata ahli strategi perdagangan KGI Securities di Singapura, Nicholas Teo.

 


Editor : Birny Birdieni

 

Birny Birdieni
07-02-2018 05:20