Main Menu

Pengelola ATM Bersama Siap Melantai di BEI

didi
01-03-2018 14:29

Penawaran umum perdana saham PT Artajasa Pembayaran Elektronis. (GATRA/Didi Kurniawan/FT02)

Jakarta, Gatra.com - PT Artajasa Pembayaran Elektronis bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Perseroan menawarkan sahamnya dalam rentang harga Rp 850-1.250 per saham

 

Perusahaan pengelola jaringan ATM Bersama ini akan melepas sebanyak-banyaknya 437.505.800 lembar saham atau setara 20% dari jumlah modal yang disetor penuh perseroan.

 

"Kami sebagai pelopor di industri sistem pembayaran, melakukan rencana IPO ini sebagai strategi korporasi dalam mendukung implementasi Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Kami optimis saham kami akan diminati oleh investor karena prospek industri sistem pembayaran di Indonesia," kata Direktur Utama Artajasa Bayu Hanantasena di Jakarta, Kamis (1/3).

 

Jika dihitung dari jumlah saham yang dilepaa maka perseroan akan mengantongi dana segar hasil IPO sekitar Rp 371,8 milyar Rp 546,8 milyar. Rencananya 60% dari dana tersebut akan digunakan perseroan untuk pembelian peralatan dan perlengkapan teknologl informasi. Lalu sisanya sekitar 40% akan digunakan untuk memperkuat modal kerja.

 

Perseroan menargetkan mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 22 Maret 2018 dan masa penawaran umum akan dilangsungkan pada tanggal 23 dan 26 Maret 2018. Pencatatan saham di Bursa Efek indonesia (BEl) direncanakan pada tanggal 29 Maret 2018.

 

Perseroan juga telah menunjuk PT lndo Premier Sekuritas sebagai penjamin pelaksana efek dan PT CLSA Sekuritas Indonesia sebagai penjamin emisi efek utama.

 

Selama kurun waktu tahun 2014-2016 Artajasa berhasil membukukan pendapatan bersih dari Rp 409,72 milyar menjadi Rp 489,82 milyar. Dengan pertumbuhan laba itu maka laju pertumbuhan majemuk tahunan (compound annual growth rate/CAGR) perseroan sekitar 9,3%.

 

Pertumbuhan ini juga diiringi dengan pertumbuhan laba periode berjalan dari Rp 121,75 milyar menjadi Rp 156,87 milyar dengan CAGR 135%. Artajasa sendiri bisa dibilang sebagai cucu usaha dari PT Indosat Tbk (ISAT) melalui anak usahanya PT Aplikasinusa Lintasarta. Perusahaan tersebut yang memegang sekitar 55% saham Artajasa. Sementara Indosat memegang 72,36% saham Aplikasinusa Lintasarta.


 

 

Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Rosyid

didi
01-03-2018 14:29