Main Menu

Gihon Telekomunikasi Siap Melantai di BEI

didi
02-03-2018 11:55

Gihon Telekomunikasi Siap Melantai di BEI. (Didi Kurniawan/re1)

 

Jakarta, Gatra.com - PT Gihon Telekomunikasi Indonesia bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan merealisasikan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dengan melepas sebanyak-banyaknya 200 juta lembar saham di harga penawaran sekitar Rp1.100-Rp1.300 per saham.

 

Pada aksi korporasi kali ini, Gihon telah menunjuk PT lndo Premier Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek (underwriter).  Dengan menawarkan harga Rp1.100-1.300 per saham, maka perusahaan akan meraih dana segar di kisaran Rp220 milyar hingga Rp260 milyar.

 

“Total saham baru dari portepel yang dilepas ke publik tersebut setara dengan 33,49% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah penawaran umum, dengan nilai nominal Rp100 setiap saham,” ungkap Associate Director Investment Banking Indopremier, Eban S Banowo, di Jakarta, Jumat (2/3).

 

Direktur Utama Gihon Telekomunikasi Indonesia, Rudolf P. Nainggolan menyatakan, dana IPO setelah dikurangi biaya emisi, maka perusahaan akan melunasi pinjaman perseroan dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, modal kerja operasional perseroan, dan untuk belanja modal yang berkaitan dengan pembangunan sites telekomunikasi baru, guna perluasan dan penambahan portofolio menara telemomunikasi perseroan.

 

Menurut Rudolf, potensi pertumbuhan perusahaan penyewaan menara telekomunikasi independen bisa meningkat signifikan, karena Telkomsel, XL Axiata dan lndosat Ooredoo tidak berfokus membangun menara tambahan. Operator-operator tersebut mengalihkan pembangunan menara kepada perusahaan menara independen untuk mengurangi biaya belanja modal.

 

“Hampir seluruh pertumbuhan menara baru akan diarahkan ke perusahaan menara independen. Secara umum, kolokasi pada menara yang dimiliki perusahaan telekomunikasi terutama karena status independen dari perusahaan menara independen,” jelas Rudolf.

 

Perseroan dan penjamin pelaksana emisi efek merencanakan periode bookbuilding pada 28 Februari 2018 hingga 12 Maret 2018, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 April 2018.

 

Pada saat ini, Gihon Telekomunikasi Indonesia memiliki 443 menara telekomunikasi yang tersebar di beberapa provinsi Indonesia, seperti Jawa dan Sumatera. Portofolio perusahaan mengalami peningkatan sejak 2014, seiring dengan bertambahnya jumlah menara dan jumlah penyewa.

 

Rasio kolokasi selama tiga tahun bergerak fluktuatif akibat peningkatan jumlah menara yang lebih besar dari peningkatan jumlah kolokasi.

 

 

 

Reporter: Didi Kurniawan

didi
02-03-2018 11:55