Main Menu

ICDX Siap Luncurkan Investasi GOFX

didi
14-07-2018 19:31

ICDX Siap Luncurkan Investasi GOFX. (Dok. ICDX/yus4)

Jakarta, gatra.com - Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) alias Bursa Komoditi Derivatif Indonesia (BKDI) bersiap meluncurkan produk investasi terbaru bertajuk Gold, Oil, and Forex (GOFX). Kontrak multilateral terbaru itu akan resmi diluncurkan Agustus mendatang.

Chief Executive Officer (CEO) ICDX Lamon Rutten mengatakan, GOFX merupakan produk yang berisi sekumpulan kontrak multilateral dan langsung diperdagangkan di bursa. Kontrak spot forex GOFX ini juga diklaim sebagai exchange-traded spot forex pertama di Asean dan kedua di dunia.

"Transaksi produk seperti emas, minyak, dan terutama forex sekarang bisa melalui bursa lewat ICDX. Lebih aman daripada selama ini investor banyak pakai pialang-pialang berjangka ilegal," ujar Lamon dalam keterangannya, Sabtu (14/7).

Selain lebih aman dan dijamin oleh lembaga kliring seperti Indonesia Clearing House (ICH), serta diawasi oleh Bappebti, kontrak GOFX juga menawarkan harga yang lebih murah ketimbang kontrak komoditi di bursa berjangka lainnya di luar negeri.

“Nilai setiap kontrak hanya dipatok US$10.000, jauh lebih murah dibandingkan dengan kontrak di bursa komoditi luar yang nilainya bisa mencapai US$100.000 per kontrak,” jelasnya.

Direktur Utama ICH Nursalam menambahkan, sebenarnya selama ini pedangangan emas maupun forex sudah berjalan di ICDX, namun sifatnya masih melalui sistem perdangan alternatif (SPA). "Sekarang, dengan produk GOFX, transaksi bisa dilakukan lewat bursa. Soal likuditas, ada kerjasama juga dengan market-maker, jadi investor tidak usah khawatir," ujar Nursalam.

Selain kontrak baru GOFX, ICDX juga berencana meluncurkan kontrak futures untuk mata uang kripto. Lamon menyebut, peluncuran kontrak kripto tersebut ada dalam target di tahun ini. Sementara, Nursalam menyatakan, seyogyanya bursa berjangka dan lembaga kliring tengah bersiap.

“Tinggal menunggu keputusan akhir dari Bappebti kalau benar kripto bisa diperdagangkan di bursa berjangka," kata Nursalam.


Reporter : Didi Kurniawan

Editor : Bernadetta Febriana

didi
14-07-2018 19:31