Main Menu

Cegah Aksi Terorisme Dunia Maya, Polri Awasi Telegram, WhatsApp, Bitcoin

Averos Lubis
24-12-2016 09:29

Jakarta, GATRAnews - Kapolri Tito Karnavian menjelaskan bahwa aksi terorisme sekarang memasuki dunia maya. Seperti jaringan bom Nur Solihin yang terjadi di Bekasi. "Perlu ada regulasi yang lebih kuat dan perlu investigasi di dunia maya," tuturnya. "Bahkan ada pengiriman uang jaringan teroris itu melalui dunia maya. "Dengan cara Bitcoin," tuturnya, Jumat (23/12).

 

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Martinus Sitompul menambahkan bahwa hasil penyelidikan kepolisian dari Nur Solihin mendapat bantuan dana melakukan aksi teroris dengan cara bantuan bitcoin. Dana yang didapat pun tidak begitu besar. "Sekitar Rp 7 juta," tuturnya.

 

Menteri Komunikasi Informatika Rudiantara menjelaskan bahwa proses penanganan masalah aksi terorisme memanfaatkan dunia maya berada di Kapolri dan Panglima TNI. "Harus ada kerjasama antar instansi pemerintah," ucapnya.

 

Dia melanjutkan bahwa pengawasan aksi pengaruh radikalisasi mengandung terorisme memang diperlukan karena sudah bersifat masif. Itupun. lanjutnya, sudah terjadi di media sosial seperti di akun media sosial dan situs web. "Tidak terjadi di Indonesia saja, global juga sudah terjadi," ujarnya. Maka itu, menurutnya pemerintah perlu bekerjasama dengan BNPT, intelijen, Polri, dan TNI.

 

Ruby Alamsyah, pakar telematika menjelaskan bahwa aksi peningkatan aktifitas terorisme di dunia maya memang tidak bisa dipungkiri lagi sudah terjadi. Makanya perlu pengawasan sangat serius dari pemerintah termasuk pembicaraan di aplikasi chattiing seperti Telegram dan WhatsApp. Meski Telegram dienkripsi, menurutnya, pakar pakar telematika tentu mengetahui bagaimana cara-cara membuka nya.

 

Martinus Sitompul menambahkan, Polri sudah banyak mengetahui kabar dan informasi aksi terorisme di dunia maya. Hanya saja, memerlukan SDM dan waktu untuk memastikan kabar yang didapat itu adalah bagian dari terorisme. Kendati demikian, untuk membuka percakapan yang mengandung unsur terorisme di Telegram pihak Polri sudah dapat membukanya. "Polri memiliki teknologinya," ujarnya.


Reporter : Averos Lubis

editor: Dani Hamdani

Averos Lubis
24-12-2016 09:29