Main Menu

Mantan Petinggi Stanley Morgan: "Bitcoin Konsep Investasi Beracun"

Rosyid
05-12-2017 19:15

Ilustras

New Haven, Gatra.com - Harga Bitcoin yang melesat menuju USD 12.000,  mendorong para para ekonomi mengirim peringatan kepada para investor. Pesan utama mereka; criptocurrency berada pada kondisi spekulatif yang sangat berbahaya.


"Ini konsep beracun bagi para investor," tukas Stephen Roach, guru besar Universitas Yale. "Ini balon spekulasi yang berbahaya," katanya pada CNBC, Selasa(5/12). 

Roach adalah mantan kepala urusan Asia dan chief economics di bank investasi Morgan Stanley. Karirnya selama 30 tahun di Morgan Stanley menjadikannya  salah satu ekonom paling berpengaruh di Wall Street.

Dia mengkritik pembelian besar-besaran yang dilakukan investor terhadap bitconi, cryptocurrency paling terkenal didunia.  "Saya tidak pernah melihat diagram sekuritas dimana harga membentuk pola vertikal. Dan Bitcoin adalah pola paling vertikal yang pernah saya lihat sepanjang karir saya," tambahnya.

Harga Bitcoin melonjak hingga 1000 persen dalam setahun terakhir. Kenaikan itu disebabkan para investor melihat mata uang digital itu berpeluang menjadi alat tukar dimasa depan. Bitcoin juga dianggap menyimpan nilai.

Padahal tidak semua investor mengerti aspek teknis bitcoin, termasuk instrumen pendukung maupun cara kerja teknologi blockchain yang mendasari eksistensi mata uang digital ini. Investor hanya berharap bisa mendapat keuntungan dimasa depan semata-mata karena harga Bitcoin terus naik.

"Seperti balon lainnya, mereka akan meletus," tegas Roach.

Di Indonesia, harga satu Bitcoin saat laporan ini disusun mencapai Rp 168.200.000  seperti yang tertera di laman bitcoin.co.id. Situs ini menjadi tempat jual beli bitcoin maupun digital currency lainnya.


 

Editor: Rosyid

Rosyid
05-12-2017 19:15