Main Menu

18 Entitas Diduga Bodong Didominasi Investasi Cryptocurrency

Flora Librayanti BR K
10-04-2018 15:29

Ilustrasi investasi cryptocurrency alias mata uang digital. (Shutterstock/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi (Satgas Waspada Investasi) meminta masyarakat mewaspadai 18 entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin. Dari belasan nama tersebut, enam diantaranya menawarkan investasi cryptocurrency alias mata uang digital.

“Penawaran investasi ilegal semakin mengkhawatirkan, karena para pelaku memanfaatkan kekurangpahaman masyarakat terhadap investasi dengan menawarkan imbal hasil atau keuntungan yang tidak wajar. Sementara kegiatan dan produk yang ditawarkan tidak berizin karena niat pelaku adalah untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dari masyarakat,” ujar Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing di Jakarta, Selasa (10/4).

Berikut detil 18 entitas yang patut diwaspadai penawaran dan produknya:

Penjualan pulsa secara multi level marketing (MLM) tanpa izin, yakni : (1) Agen Kuota Exclusive (http://www.kuotaaxclusive.com); (2) PT Duta Network Indonesia; (3) KH Pulsa/khpulsa.id/khpulsa.com/ Pulsa Center; (4) PT Citra Travelindo Jaya/ Java Travel (https://travelpreneur.academy); (5) PT Sejahtera Mandiri Insani (SMI)/ Bit Emass.

Lalu ada pula yang melakukan penjualan produk Atomy secara multi level marketing (MLM) tanpa izin dengan mengatasnamakan PT Atomy Indonesia Inc. Mereka adalah: (1) UFS Atomy; (2) Atomyindo.com; serta (3) Ufs100.com.

Ada yang menawarkan jasa pelatihan secara MLM seperti Powerful Network Building (PNB). Yang lainnya menawarkan investasi uang, yakni www.unosystem.us. Ada pula yang memeberikan iming-iming investasi saham, yaitu PT Pollywood Internasional Indonesia. Tak ketinggalan satu pialang Berjangka tanpa izin, PT Seraya Investama Indonesia (www.serayainvestama.com).

Namun, entitas mencurigakan paling banyak adalah yang menawarkan investasi mata uang digital. Mereka adalah: (1) Cavallo Coin (cavallocoin.co/ cavallocoin.net/ www.cavallo-coin.com); (2) Voltroon/https://voltroon.com; (3) Bitwincoin/Bitwincoin.com/https://bwex.co; (4) Java Coin/javacoin.co; (5) WX Coin/wxcoins.com; serta (6) Cryptolabs/https://cryptolabs.biz.

Patut dicatat bahwa Bank Indonesia merupakan salah satu bank sentral pertama yang mengatakan cryptocurrency tidak untuk digunakan sebagai alat pembayaran.

“Bahwa kemudian (cryptocurrency) digunakan untuk investasi atau apa pun, ya kita tidak bisa melarang. Itu kemajuan teknologi. Tapi kita tidak menjadikannya sebagai mata uang. Karena tidak bisa mengatakan, otoritasnya siapa, bagaimana jika ada resiko yang muncul, siapa yang mengawasi, lalu siapa yang mau menanggung resiko itu. Oleh karena itu, kita tegas itu bukan sebagai salah satu alat pembayaran,” beber Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo.


Editor : Flora L.Y. Barus

 

 

Flora Librayanti BR K
10-04-2018 15:29