Main Menu

Mendag: Pelaku e-Commerce Perlu Diberi Ruang Eksperimen

didi
18-01-2016 20:41

Menteri Perdagangan Thomas Lembong (ANTARA/Yudhi Mahatma)

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengatakan, para pelaku industri e-commerce atau industri berbasis online perlu diberikan ruang untuk menciptakan eksperimen, dengan tidak memberikan regulasi yang memberatkan.

"Kita harus hati-hati untuk tidak langsung masuk dengan regulasi yang berat-berat. Perusahaan besar, dengan regulasi dan perizinan yang bertele-tele mereka punya skala ekonomi, modal dan staf yang mengurus. UKM sulit untuk itu, jika kita mau menyesuaikan digital ekonomi dengan anak muda, kita tidak boleh hantam dengan regulasi yang berat," kata Thomas, seperti dilaporkan Antara, di Jakarta, Senin (18/1).

Thomas mengatakan, dalam industri e-commerce tidak akan terjadi inovasi tanpa ruang untuk melakukan eksperimen. Namun, tidak semua hal yang dilakukan dalam eksperimen tersebut bisa langsung berhasil, akan tetapi lebih banyak yang akan gagal.

"Saya mau belajar dari Amerika Serikat, pada pertengahan 1990 itu pertama kalinya internet muncul sebagai industri besar. Di AS, ada dua aspek yakni light touch dan safe harbor," kata Thomas.

Thomas menjelaskan, konsep light touch tersebut adalah dimana industri digital tersebut harus diberikan ruang oleh pemerintah untuk bereksperimen. Sementara konsep safe harbor adalah, dalam eksperimen itu jika terjadi kegagalan akan ada pihak yang dirugikan, namun, pihak tersebut tidak dapat menjadikan masalah itu sebagai suatu perkara selama tidak ada niat buruk atau melakukan penipuan.

"Eksperimen pasti banyak yang gagal, dan ketika gagal pasti ada pihak yang dirugikan. Tetapi jangan langsung jadi perkara. Itu makna utama dari safe harbor, ada perlindungan, asal dengan tidak dengan niat buruk," ujar Thomas.

Dia mengharapkan sentuhan dari pemerintah nantinya masih ringan dalam bentuk regulasi. Namun, dia menegaskan, para pelaku usaha di industri e-commerce bukan berarti bebas dari regulasi-regulasi yang sudah ada meskipun belum ada regulasi yang mengatur secara khusus.

"Jangan salah mengerti, pelaku di sektor digital atau dunia maya diartikan bebas dari regulasi yang ada. Semua pelaku e-commerce tetap harus patuh terhadap peraturan perundangan yang saat ini berlaku, dan itu sudah cukup banyak," imbuhnya.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
18-01-2016 20:41