Main Menu

Perlu Regulasi untuk Atasi Perkembangan Bisnis e-Commerce

Arif Prasetyo
04-06-2016 01:59

Artikel Terkait

Jakarta, GATRAnews-Perkembangan Teknologi Informasi (TI) dan dunia digital termasuk bisnis e-commerce kian pesat di Tanah Air. Pemerintah perlu melakukan regulasi agar tidak terjadi polemik di masyarakat. Seperti kasus layanan transportasi online beberapa waktu lalu, yakni Gojek dan Grabe Bike. Padahal peluang bisnis berbasis on line masih sangat besar.


“E-commerce, tidak  melulu membicarakan jual beli barang dan jasa via internet. Tetapi ada industri lain yang terhubung di dalamnya. Seperti penyediaan jasa layanan antar atau logistik, provider telekomunikasi, produsen perangkat pintar, dan lainnya. Hal inilah yang membuat industri ini harus dikawal dengan cepat, termasuk dari aspek regulasinya agar mampu mendorong laju perekonomian nasional,” ungkap Rudi Rusdiah, CEO Komite.id dalam diskusi Panel yang mengangkat tema “Managing The Digital Economi Disruption” di ajang- Indonesia Cellular Show (ICS) 2016 di JCC, Kamis (2/6/).

Dalam diskusi dipandu (moderator) Rudi Rusdiah, Ketua Mastel, dengan pembicara; Gilarsi Wahyu Setijono (Dirut PT Pos Indonesia), Kusumo Martanto CEO Blibli.com, Harry K. Nugraha, Country Manager Intel Indonesia Corporation, FX Winarto (ShopITe), Fajar Muharandy (Teradata Indonesia), serta Sebastian Togelang (Kejora).

Pembicara dibuka oleh Dirut PT Pos Gilarsi W. Setijono yang mengungkapkan kekuatan jaringan infrastruktur kantor cabang di seluruh Indonesia. PT Pos Indonesia terus berupaya merpertajam industri jasa layanan berbasis teknologi informasi, e-commerce, serta logistics system dengan mengandalkan kekuatan teknologi digital.

“Reposisi bisnis ini menjadi kunci bagi kelangsungan perusahaan milik BUMN ini. Bahkan PT POS Indoensia juga berpotensi menjadi pemain e-commerce yang cukup kuat di Tanah Air,” kata Gilarsi.


Sementara, Kusumo Martanto CEO Blibli.com mengatakan, dengan kian pesatnya IoT, ke depan potensi e-commerce bakal makin besar, apalagi ten belanja online juga terus meningkat dan bisa diakses dari mana saja.

“Bisnis online tidak hanya soal online saja, melainkan juga berkaitan dengan offline, seperti ketersediaan produk, tenaga delivery (pengiriman) barang seperti yang dilakukan PT POS Indonesia, dukungan infrastruktur IT, serta aspek lainnya,” papar Kusumo.

Pembicara lainnya, Fajar Muharandy (Teradata Indonesia) mengatakan, di era IoT adalah munculnya Big Data, yakni volume data besar, baik data yang terstruktur maupun data tidak terstruktur.


“Bagi pelaku dunia usaha, Big Data bisa menjadi instrumen penting dalam menjalankan bisnis. Big Data dapat dianalisis cepat dengan menggunakan software sebagai bahan dalam mengambil keputusan dan strategi bisnis yang lebih baik,” kata Fajar.


Editor: Arief Prasetyo

Arif Prasetyo
04-06-2016 01:59