Main Menu

Andi Boediman: E-Commerce di Indonesia Tertinggal 7 Tahun Dari Tiongkok

Fahrio Rizaldi A.
08-09-2016 15:31

Tampilan salah satu market place Indonesia (Bhinneka.com)

Jakarta, GATRAnews - Dukungan akses teknologi informasi yang semakin baik memicu pertumbuhan pelaku bisnis berbasis online atau  e-commerce di tanah air. "E-commerce menyediakan segala kebutuhan masyarakat melalui cara yang mudah. Pelaku bisnis ini di Indonesia berada di level costumer is a king, maka dari itu banyak perusahaan e-commerce yang menyediakan diskon gila-gila-an," ujar praktisi e-commerce, Andi S. Boediman. 

 

Di Asia, e-commerce menjadi model bisnis yang sangat diminati. Tiongkok, dan India, kata Andi menempati posisi teratas sebagai negara yang menjalankan e-commerce tertinggi di Asia.

 

"Sayangnya, Indonesia masih tertinggal 7 tahun dari Cina, dan 4 tahun dari India. Pertumbuhan pelaku e-commerce di Indonesia tumbuh sebanyak 38 persen per tahun. Sementara Cina sebanyak 100 persen, dan India 60 persen," ungkap Andi Boediman, Managing Partner Ideosource, penyedia layanan toko eletronik berbasis online, Binneka.com tersebut, Kamis (8/9) di bilangan Sudirman, Jakarta Pusat.

 

Pun begitu, Indonesia masih memiliki kesempatan untuk mengembangkan model bisnis ini lebih jauh. Andi melanjutkan, masyarakat Indonesia mulai nyaman bertansaksi online.

 

Selain itu, pelaku e-commerce yang bermunculan juga lebih banyak yang menjual apa pun untuk siapa pun, dibandingkan yang fokus pada satu jenis produk. "Kondisi ini menimbulkan gairah untuk semakin banyak membangun bisnis e-commerce," tandasnya.


Reporter: Rizaldi Abror

Editor: Dani Hamdani  

Fahrio Rizaldi A.
08-09-2016 15:31