Main Menu

Lindungi Konsumen, Kemenkominfo Rilis Safe Harbor Policy untuk E-Commerce

Fahrio Rizaldi A.
27-02-2017 17:26

Jakarta, GATRAnews - Industri bisnis berbasis online, atau yang biasa disebut sebagai e-commerce, dianggap sebagai bisnis yang menjanjikan di era ini. Hal ini terbukti oleh semakin banyak pelaku usaha yang mengubah sistem bisnisnya menjadi e-commerce.

Namun, perkembangan e-commerce yang semakin massif ternyata tak diimbangi oleh kesadaran pelaku usaha untuk menyediakan konten yang benar, dan sesuai etika. Fenomena ini menjadi perbincangan di kalangan pelaku e-commerce.

Sebagian besar menganggap perlunya batasan yang mengatur konten dari pelaku bisnis berbasis user generated content (UGC) atau platform yang memungkinkan pengguna nya mengungah sendiri kontennya secara langsung.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah merilis surat edaran yang memberi batasan dan tanggungjawab penyedia platform dan pedagang e-commerce.

Surat edaran bernama Safe Harbor Policy ini ditujukan kepada pelaku e-commerce berbasis UGC. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara mengatakan, safe harbor policy ini akan menjawab kesalahpahaman dari pemilik platform, sehingga mereka bisa berkonsentrasi mengembangkan konten yang sesuai.

"Policy ini, saya harapkan mampu membuat rasa nyaman bagi pemilik platform berbasis UGC. Sehingga, akan menumbuhkan ekosistem e-commerce yang maju," ujar Rudiantara, Senin (27/2) di Gedung Kemenkominfo, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Satu di antara poin penting dari kebijakan ini, kata Rudiantara, penyedia platform dapat mengetahui batasan dan tanggungjawab dalam melakukan kegiatan perdagangan melalui sistem elektronik. Asosiasi industri e-commerce, idEA menyambut baik adanya safe harbor policy ini.

Lewat kebijakan ini, pelaku e-commerce dan masyarakat umum dapat mengutamakan aspek kehati-hatian dalam berbisnis.

"Lewat safe harbor policy ini, setidaknya kami dari pelaku industri merasa lebih nyaman untuk mengembangkan usaha kami. Sehingga, lebih fokus untuk teris berinovasi," ujar Ketua Umum idEA, Aulia Marinto.


Reporter: Rizaldi Abror  

Editor: Nur Hidayat 

Fahrio Rizaldi A.
27-02-2017 17:26