Main Menu

Menkominfo Ajak Pelaku E-Commerce Susun Regulasi Pasar Online

Fahrio Rizaldi A.
28-02-2017 09:15

Jakarta, GATRAnews - Tingginya minat pelaku usaha untuk mengubah strategi bisnis konvensional menjadi online, berdampak positif bagi perkembangan ekonomi nasional. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya pelaku bisnis berbasis online, atau yang biasa disebut e-commerce menjadi pengguna platform pasar online. Marketplace seperti bukalapak.com, tokopedia, lazada, blibli.com dan lainnya memberi kemudahan bagi pelaku e-commerce untuk memasarkan produknya. Namun, sayang, tak semua pedagang digital tersebut memahami syarat dan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia mengenai produk dan layanan yang mereka jual. 

Hal ini membuat Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) menciptakan surat edaran berbentuk kebijakan safe harbor policy. "Sejak tahun 2015 akhir, kami bersama pelaku e-commerce, membahas tentang perkembangan pasar digital di Indonesia. Sejak itu, tercetuslah safe harbor policy. Kebijakan ini dipicu dari beberapa kejadian dari pelaku e-commerce yang berpotensi melanggar hukum, seperti menjual obat yang tak boleh diedarkan, dan lainnya," ujar Menteri Kominfo, Rudiantara, Senin (27/2) di Gedung Kemenkominfo, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Walau pun masih bersifat surat edaran, safe harbor policy ini akan menjadi acuan dalam penulisan regulasi yang akan ditetapkan menjadi Peraturan Menteri (Permen). Intinya, kata, Rudiantara, kebijakan ini dapat memberi pemahan kepada pelaku e-commerce untuk turut melindungi konsumen mereka. "Intinya, berdagang harus melindungi konsumen. Pelaku e-commerce harus menjaga konten dan barang nya, agar sesuai dengan yang seharusnya diterima konsumen," jelas Rudiantara.

Ia juga menjelaskan, bahwa kebijakan ini masih akan terus direvisi sesuai dengan perkembangan pasar digital di Indonesia. Maka dari itu, Kemenkominfo, kata dia, melibatkan sejumlah pihak termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan asosiasi pelaku e-commerce, idEA.

"Ini perlu dilakukan agar e-commerce cepat berkembang. Kami tidak akan membuat regulasi yang rinci, kami buatkan koridornya, agar pebisnis sendiri yang merancang aturan sesuai kebutuhan mereka. Proses ini akan dibuat oleh idEA, silakan teman-teman yang merancang regulasinya," tandasnya.


Reporter: Rizaldi Abror

Editor: Nur Hidayat

Fahrio Rizaldi A.
28-02-2017 09:15