Main Menu

Transaksi Bisnis e-Commerce Asia Pasifik Capai 1 Trilyun Dolar AS per Tahun

Fahrio Rizaldi A.
17-05-2017 17:30

Blibli.com (GATRAnews/Edward Luhukay)

Jakarta, GATRAnews - Di era serba digital seperti sekarang, keberadaan pasar digital atau yang dikenal sebagai e-Commerce semakin diminati masyarakat. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh penggunaan telepon seluler pintar yang memungkinkan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari lewat aplikasi e-Commerce. Head of Trade Partnership Blibli.com Lay Ridwan Gautama mengatakan, peralihan bisnis konvensional menjadi online terbilang masif di wilayah Asia Pasifik termasuk Indonesia.



"Saat ini perkembangan e-Commerce lebih tinggi dari pada retail offline. Kontribusi transaksi e-Commerce di Asia Pasifik mencapai 1 trilyun dolar AS per tahun," ungkap Lay, Rabu (17/5) di kawasan Senayan, Jakarta.

Konsumen terbesar dari pasar digital, kata Lay, adalah generasi milenial. Data yang dihimpun Blibli.com menyebutkan 63% kaum muda sudah terbiasa melakukan transaksi secara online. "Secara keseluruhan, 42% orang Indonesia pernah membeli barang secara online. Saat ini sektor bisnis mengarah ke era digital," ungkapnya.

Namun, di tengah perkembangannya, bisnis digital juga memiliki banyak tantangan. Sejumlah pengusaha masih enggan beralih ke e-Commerce karena belum memahami betul mekanisme bisnis digital. "Pengusaha yang belum beralih masih mengandalkan toko offline. Terlebih supply chain (rantai suplai) dan distribusi yang sudah terjalin, sayang rasanya untuk ditinggalkan (oleh pengusaha bisnis offline). Mereka juga menganggap investasi digital lebih mahal karena tidak menguasai teknologi," jelasnya.

Hal ini lah yang membuat Blibli.com hadir membawa kemudahan dalam berbisnis online. "Kami selalu memberi training kepada pengusaha yang bermitra dengan Blibli.com. Menyediakan aplikasi yang mudah, cara pembayaran yang cepat, dan fasilitas photo shoot untuk produk mereka secara gratis. Kami juga bekerja sama dengan perusahaan jasa pengiriman," tandasnya.




Reporter: Rizaldi Abror
Editor: Edward Luhukay

Fahrio Rizaldi A.
17-05-2017 17:30