Main Menu

BI Bangun Gudang Data Untuk Monitor Transaksi E-Commerce

Hendry Roris P. Sianturi
29-08-2017 09:17

Bank Indonesia (GATRA/Ardi Widi Yansah/HR02)

Yogyakarta, GATRAnews – Sebagai regulator sistem pembayaran, Bank Indonesia (BI) akan terus mengawasi perkembangan ekonomi digital (e-commerce). “Dan kami akan menyiapkan regulasinya secara keseluruhan. Supaya digital ekonomi ini bisa berkembang dengan baik dengan inovasinya,” kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara kepada GATRAnews di Yogyakarta, Senin 28 Agustus 2017.

 

BI juga akan mempercepat pengumpulan seluruh data transaksi e-commerce secara akurat. “Supaya kita bisa menangkap secara lebih nyata berapa banyak sebenarnya transasksi e-commerce itu. Berapa besar sih uangnya,” ujarnya.

 

Untuk itu, BI akan bekerjasama dengan berbagai pihak, baik pihak industri e-commerce maupun dari pemerintah. “Supaya kita bisa dapat data yang baik dan bisa buat kebijakan untuk mendorong e-commerce lebih besar,” katanya.

 

Mirza mencontohkan peranan BI dalam sistem transaksi pembayaran non tunai pada Program Bantuan Sosial (Bansos). “Yang dulu disalurkan secara tunai, nantinya akan berubah menjadi bantuan non tunai. Ada jutaan penerima dan itu sistemnya memakai e-payment, bisa lewat mobile banking, kartu atau bank-bank,” katanya.

 

Sementara Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Eni V. Panggabean mengatakan, ada korelasi positif antara penggunaan non tunai dengan pertumbuhan ekonomi. Karena akan mengefisiensikan waktu transaksi pembayaran.

 

Berdasarkan penelitian dari Mckinsey Global Institute (MGI) pada 2016, dalam dekade terakhir, ekonomi digital telah menyumbang 10% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dunia dengan nilai sekitar 7,8 triliun dolar AS.

 

“Ada korelasi positif antara non cash dengan pertumbuhan ekonomi. Semakin cepat pergerakan suatu perekonomian, itu akan semakin memperkuat pertumbuhan ekonominya,” tambahnya.

 

Saat ini, BI mulai membangun gudang data untuk mengawasi transaksi e-commerce. BI menggandeng delapan operator situs jual beli online untuk pengumpulan data. Kepada pelaku industri, BI menjanjikan akan menjaga kerahasiaan data transaksi.


Reporter: Hendry Roris Sianturi

Editor: Dani Hamdani 

Hendry Roris P. Sianturi
29-08-2017 09:17