Main Menu

OJK Minta Fintech Perhatikan Perlindungan Konsumen

Aulia Putri Pandamsari
13-03-2018 08:55

Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Nurhaida.(Dok.ANTARAnews/re1)

 

Nusa Dua, Gatra.com - Otoritas Jasa Keuangan(OJK) akan fokus pada kebijakan perlindungan konsumen dalam membangun industri financial technology atau fintech yang semakin marak.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Nurhaida saat membuka Seminar Internasional Kebijakan dan Regulasi Fintech di Bali,”OJK memilih pendekatan yang paling sesuai dengan karakteristik fintech, yaitu pendekatan disiplin pasar yang sesuai sifat fintech yang fleksibel,market driven dan transparan,” ujarnya dalam rilis yang diterima oleh Gatra.com, Senin(12/3). 

Lebih lanjut, Nurhaida mengatakan dengan fokus pada perlindungan konsumen maka pengembangan fintech diharapkan sejalan dengan tugas OJK dalam membangun industri jasa keuangan yang sehat. 

Oleh karena itu, kepentingan konsumen termasuk data nasabah perlu diperhatikan. Perusahaan fintech harus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik seperti manajemen risiko, mendorong transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi dan keadilan.

“Untuk meningkatkan transparansi, harus ada standar tentang jenis informasi apa yang harus dimiliki fintech dan bagaimana detail informasi seharusnya. Laporan tersebut harus bisa dikonfirmasi oleh otoritas,” kata Nurhaida.

Transparansi informasi mengenai hak dan kewajiban para pihak seperti investor, peminjam, platform, bank koresponden menyangkut potensi pendapatan, potensi risiko, biaya-biaya, bagi hasil, manajemen risiko dan mitigasi jika terjadi kegagalan harus dibuka seluas-luasnya.

OJK juga meminta perusahaan fintech untuk memberikan edukasi keuangan kepada konsumen agar pemahaman mengenai layanan fintech menjadi lebih baik. Selain itu, diupayakan agar fintech membangun lingkungan keuangan digital yang sejalan dengan upaya Pemerintah mendorong suku bunga rendah.

Hingga Januari 2018, perusahaan peer to peer lending yang terdaftar di OJK sebanyak 36 dan berijin 1 perusahaan. Sejumlah 42 perusahaan dalam proses pendaftaran.
Total pinjaman yang disalurkan perusahaan sampai Januari 2018 mencapai Rp3 triliun atau meningkat 17,1 persen (ytd), dengan jumlah penyedia dana 115.897 meningkat 14,82 persen (ytd) dan jumlah peminjam 330.154 tumbuh 27,16 persen (ytd).


Reporter: Aulia Putri Pandamsari

Editor : MUkhlison

Aulia Putri Pandamsari
13-03-2018 08:55