Main Menu

TunaiKita Lirik Potensi UMKM Maluku Utara

Abdul Rozak
28-07-2018 19:23

TunaiKita mendukung seminar nasional “Era Baru Industri Keuangan, Fintech Peer to Peer Lending, Arah Perkembangan dan Tantangannya” di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. (Dok.Tunai Kita/RT)

Jakarta, Gatra.com - Perusahaan platform pinjaman online tanpa jaminan TunaiKita berencana memperluas pasar hingga ke Maluku Utara. Setidaknya 30.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Ternate, Maluku Utara, dengan pekerja lebih dari 36.000 berpotensi menjadi nasabah TunaiKita.

Dalam keterangan tertulis kepada Gatra.com, VP Corporate Affairs TunaiKita, Anggie Ariningsih, mengatakan, TunaiKita menjadi alternatif pelaku UMKM yang butuh dana tambahan mengembangkan bisnis. Di Kota Ternate, banyak pelaku UMKM kesulitan mengakses modal dari bank konvensional.

"Teknologi dan aplikasi kami sudah teruji mempertemukan mereka yang memerlukan kredit dengan lembaga-lembaga keuangan kredibel, semua dalam waktu nyata (real-time)," Anggie dalam Seminar nasional Era Baru Industri Keuangan, Fintech Peer to Peer Lending, Arah Perkembangan dan Tantangannya di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Sabtu (28/7).

Pelaku UMKM di Indonesia, sambung Anggie, belum memahami manfaat fintech. Padahal salah satu keuntungan utama yang ditawarkan fintech adalah kemampuan mengembangkan potensi UMKM.

"Potensi UMKM di Ternate bisa lebih maju jika para pelakunya bisa mengakses kredit dengan mudah secara online. terutama di sektor perdagangan serta industri," lanjut Anggie.

Sejak didirikan di Indonesia, TunaiKita menawarkan pinjaman hemat biaya untuk masyarakat. Mulai dari proses aplikasi pinjaman, perlindungan penipuan online yang bersifat real-time dan terakhir proses penagihan utang yang baik.

Paruh pertama 2018, jumlah pinjaman yang dicairkan naik 400% lebih. Sementara jumlah nasabah yang kembali meminjam dengan TunaiKita naik 60%, sementara angka kredit macet untuk bulan Juni turun 175% dibanding Januari.

"TunaiKita memanfaatkan teknologi untuk membuka akses kredit bagi mereka yang umumnya sulit mendapatkan kredit dari lembaga keuangan konvensional," kata Anggie.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Iwan Sutiawan

Abdul Rozak
28-07-2018 19:23