Main Menu

Industri Fintech Masih Sulit Dapatkan Kredit Perbankan

Aries Kelana
31-07-2018 11:54

 Pameran FIntech (ANTARA FOTO/Dewi Fajriani/yus4)

Jakarta, Gatra.com -- Dengan regulasi yang tepat, industri Fintech Indonesia dapat memberikan pembiayaan yang sangat dibutuhkan oleh usaha mikro, kecil dan menengah serta mendukung pencapaian tujuan pemerintah Indonesia dalam hal inklusi finansial. Itu disampaikan Chief Executive Officer IFC, Philippe Le Houérou di depan peserta Forum Inklusi Finansial FinTech Indonesia di Jakarta, sebagaimana rilisnya yang diterima Gatra.com, hari ini (31/7/2018).

Lebih lanjut, Le Houreou mengatakan bahwa Indonesia telah mengambil langkah-langkah penting untuk meningkatkan inklusi finansial. Namun demikian, diakuinya, "tetap secara signifikan terhambat dalam mendapatkan kredit," kata Le Houérou.

Pada tahun 2017, kesenjangan keuangan untuk bisnis ini diperkirakan mencapai US$ 166 milyar atau 19% dari PDB. Terdapat 58 juta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia, yang mempekerjakan 89% tenaga kerja sektor swasta, dan berkontribusi hingga 60% dari PDB negara ini.

Padahal, dengan kerangka kerja pengaturan dan pengawasan yang tepat, FinTech dapat memberi pelanggan akses kepada layanan pembayaran, tabungan, investasi, kredit, dan asuransi.

Menurut Asosiasi FinTech Indonesia, saat ini ada 235 perusahaan FinTech yang beroperasi di Indonesia, dimana lebih dari setengahnya didirikan dalam dua tahun terakhir. Pembayaran digital oleh FinTech telah mencapai nilai total transaksi sebesar US$21 juta di Indonesia. Menurut Findex 2017, hanya 49% orang dewasa di Indonesia yang memliki akses ke pelayanan finansial formal.

Asosasi FinTech  berkomitmen untuk membantu mendorong cita-cita strategis pemerintah Indonesia yaitu menyertakan 75% masyarakat Indonesia ke dalam sistem finansial formal di tahun depan. Sejauh ini lebih dari 69% populasi yang belum menggunakan jasa perbankan di Indonesia memiliki ponsel.  "Kami sangat yakin bahwa FinTech bisa bekerja sama dengan institusi finansial yang ada untuk memperluas jangkauan dan secara signifikan meningkatkan kecocokan produk dan pasar," kata Niki Luhur, Ketua Asosiasi FinTech Indonesia.

Industri FinTech sudah meningkat dengan cepat dan sudah memiliki lebih dari 30 juta pemakai, lebih dari 3 juta agen dan menjangkau 350 negara/kota. "Kami sangat berterima kasih pada industri jasa pelayanan finansial dan pemerintah atas dukungan luar biasanya untuk kerja sama FinTech. Kami bangga dapat berkontribusi dalam memberikan dampak sosial yang besar bagi Indonesia lewat dorongan inklusi finansial,” imbuh Niki.

Dalam forumtersebut juga disampaikan bahwa hanya 39% orang dewasa di Indonesia yang memiliki akun transaksi dengan institusi finansial formal. Forum ini digelar sebagai bagian rentetan pembahasan yang puncaknya akan berlangsung di Bali bersamaan dengan pertemuan IMF dan Bank Dunia, Oktober mendatang.


Editor: Aries Kelana

 

Aries Kelana
31-07-2018 11:54