Main Menu

Asosiasi Fintech Teken Kode Etik Simpan Pinjam Berbasis Teknologi Informasi

Aries Kelana
23-08-2018 20:20

Ilustarsi - Fintech (Shutterstock/FT02)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com -- Perusahaan teknologi finansial (fintech) kini memiliki kode etik. Itu setelah lebih dari 43 perusahaan anggota Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH) menandatangani Pedoman Perila Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) yang Bertanggung jawab. Penekenan tersebut terungkap dalam jumpa pers yang digelar hari ini ((23/8) di Fintech Space, Satrio Tower, Jl Satrio (Kasablanka), Kuningan, Jakarta Selatan.

Penandatangan itu merupakan kelanjutan dari seremoni penandatanganan pada acara Fintech Day 2018 di Manado awal Agustus lalu. Selain itu, juga menegaskan komitmen pelaku usaha dalam menerapkan standar praktik bisnis yang bertanggung jawab untuk melindungi nasabah.

Pada kesempatan tersebut, AFTECH juga mengumumkan penunjukan secara resmi tiga anggota Komite Etika Independen, yaitu Andre Rahadian, Maria Sagrado, dan Abadi Tisnadisastra, sebagai pengawas yang mengawal penerapan inisiatif AFTECH ini.

Sementara itu, Rahmat Waluyanto (mantan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK) ditunjuk sebagai Dewan Penasihat AFTECH, bersama dengan M. Chatib Basri, Mahendra Siregar, dan Budi Rahardjo.

LPMUBTI yang Bertanggung Jawab merupakan hasil kerja dari Kelompok Kerja Inklusi Keuangan AFTECH yang berisi seperangkat prinsip dan proses yang disepakati bersama dan secara sukarela oleh para perusahaan anggota AFTECH yang memberikan layanan pinjam meminjam berbasis teknologi informasi (online) kepada konsumen di Indonesia.

Pelaku usaha initidak terbatas kepada penyelenggara atau platform jual-beli barang dengan layanan cicilan, penyelenggara pegadaian, platform komparasi atau aggregator online untuk pemberian pinjaman atau kredit, serta perusahaan pembiayaan dan bank.

Adrian Gunadi, Wakil Ketua Umum – Jasa Keuangan AFTECH, menjelaskan bahwa dengan penandatangan tersebut menunjukkan semakin banyak pemimpin industri fintech secara proaktif mengambil langkah tegas dan nyata dalam membangun industri secara lebih baik dan berkelanjutan.

“Kami percaya, melalui Pedoman Perilaku Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) yang Bertanggung Jawab ini, AFTECH dapat mengikat seluruh pelaku usaha anggota yang menawarkan dan/atau memberikan pinjaman online untuk patuh dan bermain sesuai aturan yang sama,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Aldi Haryopratomo, Wakil Ketua Umum – Inklusi Keuangan AFTECH, menjelaskan bahwa perkembangan digital yang begitu pesat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati layanan baru pinjam-meminjam.

Namun, pesatnya perkembangan juga perlu diimbangi dengan aturan untuk memastikan praktik yang bertanggung jawab. “Kami percaya dengan ditandatanganinya Pedoman Perilaku Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi yang Bertanggung Jawab, AFTECH dapat mendorong terciptanya ekosistem bisnis dimana kami tidak hanya membuka akses layanan keuangan bagi masyarakat, namun juga memastikan hal tersebut turut mendorong peningkatan kesejahteraan mereka,”kata Aldi.


Editor: Aries Kelana

 

Aries Kelana
23-08-2018 20:20