Main Menu

Mengenal AORA, Koin Digital dari Singapura

Hidayat Adhiningrat P.
06-09-2018 12:25

Ilustrasi bursa efek Singapura (Reuters//Edgar Su/yus4)

Jakarta, Gatra.com – Luminore 8 Pte Ltd, sebuah perusahaan teknologi asal Singapura, telah memulai penawaran koin digital perdana (initial coin offering atau ICO) Koin Aora. Luminore 8 adalah usaha patungan antara Y Ventures Group Ltd., perusahaan teknologi e-commerce yang terdaftar di Bursa Efek Singapura, dan Arke Blockchain Engineering Pte. Ltd.

 

Koin Aora sudah bisa dibeli oleh konsumen di seluruh dunia, termasuk Indonesia, sampai 30 November 2018 dengan target dana US$50 juta. Koin Aora merupakan uang digital terenkripsi (kripto) yang dikembangkan dari teknologi blockchain di jaringan Ethereum.

“AORA menandai optimisme kami di potensi pertumbuhan industri e-commerce dan akan menjadi pilar pertumbuhan bagi Grup. Kita bekerja dengan tim yang mumpuni dalam mengintegrasikan kemampuan blockchain dengan kasus nyata di platform. Platform ini juga akan memanfaatkan keunggulan Y Ventures dalam analitik data, keahlian teknis, dan pemahaman mendalam mengenai lanskap ritel daring yang terus berkembang untuk memecahkan masalah inefisiensi dan meningkatkan secara signifikan pengalaman belanja lintas batas.” kata Alex Low, CEO dan Direktur Eksekutif Y Ventures, Kamis (6/9).

Platform AORA, yang akan diluncurkan Perusahaan pada paruh pertama 2019 ini, memiliki kemampuan melayani transaksi jual beli lintas batas yang memudahkan konsumen Indonesia membeli produk dan barang populer yang belum tersedia di dalam negeri, sehingga tak perlu repot harus membelinya langsung di luar negeri. Konsumen bahkan bisa melakukan transaksi pembelian tanpa perlu memiliki rekening bank.

Y Ventures sendiri pada Maret 2008 telah menjalin kesepakatan dengan Singapore Post Limited (“SingPost”) yang merupakan perusahaan layanan pos terkemuka di Asia Pasifik menurut badan PBB Universal Postal Union. Kesepakatan ini antara lain akan meningkatkan teknologi terkait logistik serta meningkatkan efisiensi di rantai logistik vertikal untuk menjadikan AORA sebagai platform jual beli lintas batas terkemuka di kawasan.

ICO telah dimulai pada 31 Juli 2018 dan akan berakhir 30 November 2018. Luminore akan menerima pembayaran untuk Token (harga US$0,2) dalam dolar AS (USD), dolar Singapura (SGD), Ethereum (ETH), dan Bitcoin (BTC). Semua peserta penawaran koin harus melalui proses pemeriksaan KnowYour-Customer dan anti-pencucian uang

Cedric Choy, CEO Luminore dan Co-Founder AORA, mengatakan “Ini adalah sebuah kemajuan yang menarik bagi industri e-commerce dan pasar uang kripto. Saat ini kami menjadi yang pertama mengembangkan dari awal sebuah platform jual beli lintas batas terpadu yang dilengkapi teknologi blockchain. Ini akan memastikan Grup mampu berperan lebih baik di masa depan digital ketika konsumen mampu mengakses pasar ritel global dan berpartisipasi dalam aktivitas e-commerce lintas batas melalui berbagai pilihan pembayaran elektronik.”

Hasil penawaran koin digital (ICO) akan dipakai untuk mengembangkan platform e-commerce AORA yang bisa dipakai oleh berbagai marketplace global yang ingin memanfaatkan gerbang pembayaran AORA Pay berteknologi blockchain yang dilengkapi dukungan logistik end-to-end.

Platform AORA juga akan mendukung sejumlah marketplace besar seperti Amazon dan Taobao (Alibaba). Jumlah total Token yang bisa dijual adalah 250 juta koin, sedangkan jumlah Token yang dicetak mencapai 625 juta koin. Luminore menargetkan ICO mampu mengumpulkan dana hingga US$50 juta atau minimal US$20 juta.


Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
06-09-2018 12:25