Main Menu

407 Penyedia Layanan Pinjaman Online Dinyatakan Bermasalah

Flora Librayanti BR K
08-09-2018 08:30

Otoritas Jasa Keuangan (ANTARA/Yudhi Mahatma/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 182 entitas yang melakukan kegiatan usaha peer to peer lending namun tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

 

“Berdasarkan pemeriksaan pada website dan aplikasi pada Google Playstore, Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 182 entitas yang melakukan kegiatan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (Fintech Peer-To-Peer Lending) tanpa izin OJK sesuai POJK 77/POJK.01/2016 yang berpotensi merugikan masyarakat,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing di Jakarta, Jumat (7/9).

Dengan temuan ini, jumlah peer to peer lending tidak berijin yang ditemukan Satgas Waspada Investasi menjadi 407 entitas. Pada temuan sebelumnya Satgas menemukan 227 entitas peer to peer lending yang beroperasi tanpa izin OJK.

Dua platform dari 227 aplikasi peer to peer lending tak berizin tersebut dan kini telah mempunyai izin serta terdaftar di OJK adalah Bizloan dan KTA Kilat. Bizloan merupakan aplikasi milik PT Bank Commonwealth sedangkan KTA Kilat merupakan bagian dari PT Pendanaan Teknologi Nusa.

“Kami meminta entitas Fintech Peer-To-Peer Lending tersebut untuk segera menghentikan kegiatan Peer-To-Peer Lending mereka,” tegas Tongam.

Para entitas tersebut juga diminta untuk menghapus semua aplikasi penawaran pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi, menyelesaikan segala kewajiban kepada pengguna, serta segera mengajukan pendaftaran ke OJK.

Sekedar informasi, per 4 September jumlah perusahaan fintech peer to peer lending yang terdaftar atau berizin OJK mencapai 67 perusahaan. Jumlah perusahaan yang dalam proses pendaftaran 40, dan perusahaan yang menyatakan berminat mendaftar 38 perusahaan.

Sementara hingga Juli, jumlah rekening penyedia dana (lender) peer to peer lending mencapai 135.025 entitas atau meningkat 33,77 persen (year-to-date). Jumlah rekening peminjam (borrower) 1.430.357 entitas atau meningkat 450,91 persen (ytd).


Total penyaluran pinjaman hingga Juli Rp9,21 triliun atau meningkat 259,36 persen (ytd), dengan jumlah kredit macet (non performing loan, NPL) Juli 1,4 persen.


Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
08-09-2018 08:30