Main Menu

Pengamat: Harga BBM Naik Karena Ada Celah Fiskal Warisan SBY

Ervan
24-11-2014 17:06

Jakarta, GATRAnews- Pengamat Politik dari Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens mendukung langkah Presiden Joko Widodo dalam kebijakan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Menurut Boni ada alasan mengapa Jokowi langsung menaikan harga BBM tak lama setelah dilantik.

 

"Saya memahami langkah Presiden Jokowi dalam menaikan harga BBM. Konteksnya adalah ada celah fiskal yang begitu sempit dalam APBN kita. Ini adalah beban yang diwariskan dari zaman SBY (mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono) yang harus ditanggung Jokowi," katanya dalam diskusi yang digelar Dewan Harian Nasional (DHN) 45 di Gedung Juang, Jakarts, Senin (24/11).

 

Pengamat lulusan Jerman ini menjelaskan, dengan keputusan menaikkan BBM, maka saat ini pemerintah harus serius menjalankan program Kartu Sakti dan program lain yang diarahkan pada pembangunan manusia. "Seorang anak kecil yang senang bermain tak senang kalau disuruh belajar dan berdoa. Dia tidak ngerti apa artinya buat dia. Tapi itulah cara terbaik orangtua menyelamatkan masa depan anaknya. Seperti itulah kurang lebih analogi kebijakan pengalihan subsidi yang dijalankan pemerintahan Jokowi saat ini," ucap Boni.

 

Ia juga memprediksi guncangan sosial akibat naiknya harga BBM yang berimbas pada naiknya harga kebutuhan pokok hanya akan berlangsung selama 2 bulan.  "Memang akan ada turbulensi sosial, tapi itu juga tak akan lama berlangsung. Karena Presiden pasti punya kebijakan lain yang pro rakyat hasil dari pencabutan subsidi," terangnya.


Penulis: Ervan Bayu

Editor: Nur Hidayat

Ervan
24-11-2014 17:06