Main Menu

Kadin: Industri Jadi Pondasi Baru Pembangunan Ekonomi

Januar
10-09-2015 12:57

Kamar dagang dan Industri Indonesia

Jakarta, GATRAnews - Kamar dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai sektor industri perlu dijadikan pondasi baru dalam pembangunan ekonomi nasional. Rencana pemerintah untuk mengeluarkan paket kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri nasional dinilai sudah tepat.

 

"Pemerintah sudah menunjukkan dukungan pada pertumbuhan sektor industri. Untuk industri hulu, kami juga mendorong pemerintah untuk mempercepat realisasi pembangunan kilang minyak di Indonesia yang sudah cukup lama tertunda," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perbankan dan Finansial, Kamis (10/9).

 

Menurut Rosan pemerintah harus mempercepat pembangunan smelter dan kilang minyak pada sektor hulu industri yang memberikan nilai tambah pada komoditas atau produk yang dihasilkan. Sehingga menciptakan nilai tambah bagi ekspor Indonesia

 

"Lebih dari itu, industri hulu akan menghidupkan produk turunan, industri pengolahan, dan lini-lini bisnis terkait. Karena itu, realisasi industri hulu memiliki efek berantai yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara luas," kata Rosan.

 

Ia menilai ada tiga sektor Industri yang perlu mendapatkan penekanan. Tiga sektor itu adalah industri yang berbasis agribisnis, industri yang berbasis komoditas, dan industri yang berbasis maritim. Karena untuk ketiga sektor tersebut Indonesia sudah memiliki modal dasar berupa ketersediaan kekayaan alam yang melimpah.

 

Salah satu provinsi yang layak mendapat perhatian terkait ketiga sektor industri tersebut adalah Sulteng. Penetapan Palu sebagai Kawasan Ekonomi Khusus dapat menjadi katalisator arus investasi baik PMA maupun PMDN yang lebih besar lagi di Sulawesi Tengah.

 

Ke depan, selain sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (PHR) dan konstruksi yang semakin marak di Sulawesi Tengah, investasi juga diarahkan pada hilirisasi produk-produk utama seperti kakao, rumput laut, kopra maupun komoditas perikanan lainnya.

 

"Sulteng sudah dikenal sebagai penghasil cengkeh nomor satu di Indonesia. Selain itu, perikanan juga menunjukkan pertumbuhan positif. Selain investasi pada industri pengolahan yang bergerak positif, Sulteng juga menunjukkan indikator positif pada produksi rumput laut dan pengembangan dan diversifikasi udang vaname," ujar Rosan.

 

Sebab itu, menurutnya, Pemerintah perlu mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu. Prioritas pada leading sector khususnya produk agrobisnis dan agromaritim perlu ditingkatkan guna menarik lebih banyak investor ke wilayah Sulteng.

 

"Selain itu, kendala infrastruktur menjadi prioritas yang perlu diatasi untuk mendukung KEK Palu. Infrastruktur jalan misalnya sangat mendukung akses antar KEK Palu - wilayah produksi," sambung Rosan. Rosan juga menyambut baik upaya peningkatan pariwisata di wilayah Sulteng melalui penyelenggaraan Sail Tomini.

 

Demikian pula dukungan pemerintahan Jokowi-JK melalui kehadiran Presiden pada puncak acara Sail Tomini di Pantai Kayu Bura Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng, 19 September nanti.

 

"Seperti juga ketiga sektor industri tadi, pariwisata adalah modal dasar dan kekayaan yang sudah menjadi berkah bagi negara ini, berbeda dengan negara lain yang mesti dibangun dari awal. Kita tinggal meningkatkan kualitas industri pariwisata dengan penyediaan layanan berkualitas, sarana-prasarana, dan SDM yang profesional," kata Rosan.


Reporter: Januar Rizki

Editor: Dani Hamdani 

Januar
10-09-2015 12:57