Main Menu

JK Ragukan Produksi Padi 75 Juta Ton Tahun Ini Tercapai

Januar
16-09-2015 13:03

Panen padi (dok. Gatra/Karverino)

Jakarta, GATRAnews - Wakil Presiden Jusuf Kalla pesimis produksi padi sebanyak 75 juta ton tercapai tahun ini. Ia meminta kepada Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik untuk mengevaluasi jumlah produksi padi tersebut agar mendapat kepastian mengenai kapasitas produksi padi nasional setiap tahunnya.

 

 

"Tadi saya dapat laporan dari Kementerian Pertanian. Intinya bagaimana produksi padi dan pertanjan naik. Kami mengevaluasi kembali angkanya yang 75 juta ton. Apakah itu sudah dihitung dengan betul karena kalau tidak bisa berbahaya bila dijadikan landasan," kata JK usai memimpin rapat koordinasi dengan Kementerian Pertanian, Rabu (16/9).

 

Menurt JK jumlah 75 juta ton tersebut tidak realistis. Ia menilai produksi padi dibandingkan dengan jumlah masyarakat Indonesia maka konsumsi beras per harinya terlalu sedikit.

 

"Itu tidak masuk akal. Kalau 75 juta ton, maka rata-rata orang orang Indonesia konsumsi beras 175 kg per tahun. Jadi per harinya hanya setengah kilogram. Itu terlalu sedikit," kata JK.

 

JK juga menjelaskan pentingnya pemerintah menjaga harga beras tetap stabil. Pasalnya, saat harga naik maka masyarakat semakin disulitkan dan menimbulkan inflasi. Sedangkan, saat harga turun maka para petani yang akan dirugikan.

 

"Ini serba salah. Kalau harga naik maka timbul inflasi dan semakin banyak orang miskin. Kalau harga turun maka petani yang semakin sengsara jadinya," kata JK.

 

Untuk itu, salah satu cara agar harga beras stabil adalah meningkatkan produksi padi nasional. Semakin meningkatnya produksi padi maka menjadi penambahan kuota saat hasil panen menurun.

 

"Kalau produksinya cukup, enggak perlu impor. Dan juga harus hati-hati saat menghadapi El Nino seperti yang terjadi saat ini," kata JK.

 

Berdasarkan survei BPS, produksi padi diperkirakan mencapai 75,55 juta ton sepanjang tahun ini. Produksi tersebut meningkat 6,64%. Produksi tersebut ditopang penambahan lahan pertanian seluas 512.057 hektare.


Reporter: Januar Rizki

Editor: Dani Hamdani 

Januar
16-09-2015 13:03