Main Menu

Industri Galangan Perkuat Konektivitas Maritim

didi
29-09-2015 05:50

Industri galangan kapal (ANTARA/Wahyu Putro)

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan, industri galangan kapal nasional mampu membangun kapal yang dibutuhkan untuk memperkuat konektivitas maritim dan mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Saat ini terdapat lebih kurang 250 galangan kapal. Ratusan perusahaan itu sanggup memproduksi 1,2 juta dead weight tonnage (DWT) kapal bangunan baru dan mereparasi kapal dengan kapasitas total 12 juta DWT,” kata Menteri Saleh Husin, di Jakarta, Senin (28/9).

Berdasarakan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), perusahaan-perusahaan kapal dapat membangun berbagai jenis dan tipe kapal sampai dengan ukuran 50.000 DWT. Dari seluruh galangan di Indonesia, 80% di antaranya dapat membangun kapal dengan kapasitas 5.000 DWT.

Kemenperin juga memperjuangkan dua fasilitas fiskal. Pertama berupa Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP) sesuai Peraturan Menteri Keuangan 249/PMK011/2014 untuk impor komponen kapal, kedua adalah fasilitas PPN tidak dipungut bagi galangan kapal.

“Peluang industri galangan kapal sangat terbuka. Hal ini didorong kebijakan asas cabotage yang meningkatkan jumlah kapal nasional dari 6000 unit pada 2005, menjadi 14.000 pada tahun lalu,” papar Saleh.

Saleh menilai, para pengguna kapal, baik kementerian, lembaga negara, BUMN dan swasta juga telah berkomitmen membeli kapal dari dalam negeri.

“Penguatan kemampuan industri galangan kapal harus dilakukan secara terencana. Untuk kapal dengan kebutuhan khusus, memang masih harus dibangun di luar negeri, dengan transfer teknologi, industri galangan kapal nasional mampu membuat kapal yang sesuai dengan pesanan,” ujarnya.

Kemenperin juga menyiapkan dua kawasan khusus industri perkapalan, yaitu di Kabupaten Lamongan Jawa Timur, dan Kawasan Industri Maritim Tanggamus Lampung.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
29-09-2015 05:50