Main Menu

Kadin: Tarif Pelabuhan Masih Mahal

didi
29-09-2015 13:23

Pelabuhan Tanjung Priok (ANTARA/Wahyu Putro)

Jakarta, GATRAnews - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, pelabuhan di Indonesia masih menerapkan tarif tinggi, sehingga kondisi ini memberatkan pengusaha. Padahal Presiden Jokowi ingin tarif logistik menjadi murah. Menurut Wakil Ketua Umum Kadin bidang Logistik Carmelita Hartoto, penyebabnya pelabuhan masih menetapkan tarif dalam dolar AS, untuk kemudian dirupiahkan.

Untuk saat ini, menurutnya, ketika kurs rupiah sangat murah di mata dolar AS, tarif pelabuhan menjadi sangat mahal. "Ini tidak bisa dibiarkan. Pemerintah harus turun tangan. Kalau tidak, biaya logistik di Indonesia akan tetap mahal," kata Carmelita, dalam keterangan tertulis yang dirilis di Jakarta, Selasa (29/9).

Carmelita menuturkan, skema tarif pelabuhan sekarang ini, di tetapkan mengikuti perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kondisi ini, menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku bisnis logistik.

Setiap hari, lanjut Carmelita, penetapan tarif harus mencermati volatilitas dolar AS, dan bisa berubah dalam seminggu. "Pelemahan rupiah memang cukup besar mempengaruhi karena kita membutuhkan kepastian. Harusnya kalau jelas, terus mereka bisa bayar dengan rupiah. Maksudnya bukan penetapan tarifnya mengacu kepada dolar AS, bayarnya dikonversikan ke rupiah," paparnya.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
29-09-2015 13:23