Main Menu

Menteri Sofyan Pastikan Jepang Mundur dari Proyek KA Cepat

Januar
30-09-2015 18:44

Menteri Percepatan Pembangunan Nasional, Sofyan Djalil (ANTARA/Wahyu Putro)

Jakarta, GATRAnews - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta Jepang dipastikan tidak akan berpartisipasi dalam megaproyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Sebagai gantinya, pemerintah menawarkan proyek infrastruktur lain kepada Jepang.

Menteri Percepatan Pembangunan Nasional, Sofyan Djalil mengatakan swasta Jepang tidak dapat terlibat dalam skema kerja sama bisnis (business to business) proyek kereta cepat. Hal ini karena tidak sesuai dengan model bisnis dan regulasi pemerintah Jepang.

"Bisnis model dan undang-undang Jepang tidak memungkinkan bantuan atau kredit konsensi itu diberikan ke perusahaan Jepang," ujar Sofyan usai menemui Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga di Tokyo.

Rencana kerja sama Jepang dalam proyek ini awalnya menggunakan skema bantuan antarpemerintah, dengan syarat adanya jaminan dari anggaran pemerintah Indonesia. Namun, pemerintah kemudian mengurungkan niat untuk mengalokasikan dana kedalam proyek tersebut.

"Kami sampaikan pendekatan kereta cepat ini adalah b to b. Itu yang menyebabkan kita merasa model bisnis itu yang bisa menawarkan adalah Tiongkok," kata Sofyan, seperti dikutip dari Antara.

Pemerintah akhirnya menyampaikan secara resmi sikap terakhir soal kereta cepat ini pada pertemuan Senin (28/9) lalu di Tokyo. Dalam pertemuan itu, Sofyan juga menyampaikan kepada Jepang, Indonesia tetap terbuka untuk kerja sama dengan Jepang dalam proyek-proyek infrastruktur lain. Misalnya, pembangunan infrastruktur pengganti pelabuhan di Cilamaya, Jawa Barat.


Reporter: Januar Rizki

Editor: Nur Hidayat

Januar
30-09-2015 18:44