Main Menu

Industri Kopi Dalam Negeri Masih Prospektif

didi
01-10-2015 23:05

Petani menjemur kopi (Antara/Wihdani Hidayat)

Jakarta, GATRAnews - Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan, pengembangan industri pengolahan kopi di dalam negeri masih mempunyai prospek yang sangat baik. Pasalnya konsumsi kopi masyarakat Indoneisa rata-rata baru mencapai 1,1 kg perkapita per tahun, jauh dibawah negara-negara pengimpor kopi seperti USA 4,3 kg, Jepang 3,4 kg, Austria 7,6 kg, Belgia 8,0 kg, Norwegia 10,6 Kg dan Finlandia 11,4 Kg perkapita per tahun.

"Industri kita baru mampu menyerap sekitar 35% produksi kopi dalam negeri dan sisanya sebesar 65% masih diekspor dalam bentuk biji. Artinya, peluang pengembangannya masih terbuka lebar," kata Panggah Susanto, seperti dilaporkan Antara, di Jakarta, Kamis (1/10).

Ke depannya, diharapkan industri pengolahan kopi dapat melakukan diversifikasi produk kopi tidak hanya sebagai minuman tetapi dikembangkan dalam berbagai jenis produk lainnya seperti kosmetik, farmasi dan essen makanan.

Indonesia adalah negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam dengan produksi pada tahun 2014 sebesar 685 ribu ton atau 8,9% dari produksi kopi dunia dengan komposisi 76,7% merupakan kopi jenis robusta dan 23,3% merupakan jenis arabika.

Ekspor produk kopi olahan tahun 2014 mencapai US$332,24 juta atau meningkat 9,9% dari 2013 yang mencapai US$302,12 juta.

Ekspor produk kopi olahan didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi yang tersebar ke negara tujuan ekspor seperti Filipina, Malaysia, Thailand, Singapura, RRC, dan Uni Emirat Arab.

Pada 2014 nilai impor produk kopi olahan mencapai US$102,71 juta atau naik 0,18% dari 2013 dengan nilai impor sebesar US$102,52 juta. Neraca perdagangan produk kopi olahan (ekspor dikurangi impor) masih mengalami surplus sebesar US$229,52 juta.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
01-10-2015 23:05