Main Menu

KKP Dorong Industri Galangan Kapal Produksi Kapal Ikan

didi
02-10-2015 15:41

Industri galangan kapal (ANTARA/Wahyu Putro)


Jakarta, GATRAnews - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti mendorong 250 pengusaha galangan kapal untuk membangun atau memproduksi 3.540 kapal ikan yang ditargetkan selesai pada 2016. “Diharapkan tender telah selesai dan pembangunan kapal dimulai,” kata Susi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Pada 2016, KKP akan menganggarkan dana sekitar Rp 4 trilyun yang dipergunakan di sektor perikanan tangkap, di antaranya untuk kapal perikanan, kapal angkut, dan alat tangkap. Seluruh kapal disiapkan berbahan baku fiber atau logam.

Menteri Susi menilai, pemilihan fiber dan logam sebagai bahan dasar kapal bertujuan untuk kemudahan kolateral agar kapal bisa diagunkan dan industri semakin tumbuh. Dibandingkan bahan baku kayu yang semakin sulit didapat dan berpotensi menghabiskan kayu.

Di saat perekonomian Indonesia melemah akibat turunnya perekonomian global sehingga nilai tukar rupiah merosot pada angka Rp 14.700 per dolar AS. Menteri Susi menyatakan bahwa ini adalah momen yang tepat untuk mengembangkan produksi dalam negeri.

"Dengan dolar yang tinggi, ini menjadi momentum untuk kita kembangkan produk dalam negeri,” ungkap Susi.

Menurut Menteri Susi, naiknya menguatnya nilai tukar dolar berdampak pada tingginya harga barang impor sehingga produk dalam negeri semakin dicari dikarenakan harganya lebih murah. Ia berharap sektor perikanan mulai melakukan pembenahan. Tidak perlu lagi menggunakan kapal impor dan beralih ke produk dalam negeri.

Dalam membangkitkan galangan kapal nasional, pemerintah telah menerbitkan insentif untuk industri galangan kapal berupa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tidak dipungut dan pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) Badan. Ketentuan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 159 Tahun 2015 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan.

Langkah ini diambil karena selama ini sebagian kebutuhan kapal ikan dipenuhi dari produk impor yang disebabkan minimnya kapasitas industri dalam negeri dan terbebaninya fiskal.

Di saat yang sama, PT PAL menyatakan siap dalam mendukung rencana pembangunan kapal ikan tersebut. ”PT PAL siap melaksanakan penugasan sebagai koordinator utama, khususnya dalam aspek pembangunan dan pengawasan kapal," tegas Direktur Utama PT PAL Indonesia, M Firmansyah Arifin.

Ia menjelaskan, penetapan lelang kapal pada Januari 2016 dinilai sangat singkat. Dalam 10 hari ke depan, pihaknya akan membentuk tim penilaian dan menyebarkan survei ke industri-industri galangan kapal.

Sementara itu, terkait skema pendanaan, PT.PAL telah menyiapkan skema pendanaan antara KKP dan lembaga keuangan perbankan yang ada, sehingga aliran dana tidak melewati PT PAL. “Dukungan perbankan nasional sangat diperlukan agar tidak terjadi gap antara pembayaran dan modal kerja,” tambah Firmansyah.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
02-10-2015 15:41