Main Menu

Nadiem Makarim Tanggapi Santai Turunnya Pendapatan Go-Jek

Tian Arief
03-10-2015 17:51

Salah satu pengemudi Go-Jek (ANTARA/dok)

Jakarta, GATRAnews - Sejak penambahan armada, operator ojek berbasis aplikasi di smartphone alias "ojek online", Go-Jek, mengalami penurunan. Pendiri/CEO Go-Jek Nadiem Makarim membenarkan kondisi itu. "Pasti (turun). "Penghasilan Go-Jek pasti akan naik turun," kata Makarim kepada Antara, usai mengisi sesi dalam gelaran IDByte 2015, di Jakarta, Jumat (2/10).

Makarim menjelaskan, awal mula berdiri Go-Jek mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat. Saking banyaknya permintaan konsumen, namun tak semuanya bisa dipenuhi, dia sampai mendapat banyak keluhan dari pelanggannya.

"Kami tambah pengemudi, pengemudi jadi kebanyakan. Jadi konsumen senang, tapi driver mengalami penurunan (pendapatan)," kata Makarim.

Makarim menilai kondisi itu sebagai "permainan keseimbangan". "Suplai kami naikkan, demand (permintaan, Red.) turun, dan seterusnya. Jadi, sekarang kami 'rem'," ujar dia.

Untuk itu, kini pihaknya berfokus pada pembinaan pengemudi yang baru direkrut, bukan kepada pembatasan peraturan untuk perekrutan.

"Fokus ke pengaturan suplai yang baru, bukan peraturan yang diperketat, tapi mengganti fokus," ujar dia menambahkan.


Enggan Ekspansi ke Luar Negeri

Kendati telah meraih kesuksesan di Indonesia, Makarim mengaku enggan "mengekspor" layanan GO-Jek ke luar negeri. "Mungkin banyak orang yang ingin melihat perusahaan asal Indonesia juga dapat melebarkan sayap ke luar negeri, tapi jawaban saya 'tidak'," ujarnya menegaskan.

Nadiem mengungkapkan, ingin fokus untuk mengembangkan layanan Go-Jek di dalam negeri. Lebih lanjut, dia mengatakan ingin menjadikan Go-Jek sebagai ciri khas dari Indonesia.

"Ada pemikiran dari tim GO-Jek bahwa kami ingin menjadikan ini sebagai sesuatu yang spesial dari Indonesia," kata Nadiem "Kami menunjukkan pada dunia bahwa kami adalah world class company dari Indonesia dan untuk Indonesia," tuturnya.

Nadiem mengatakan, pihaknya akan berfokus pada satu pasar (negara) secara mendalam. Dengan demikian GO-Jek dapat menambah layanan.

Tidak menutup kemungkinan bagi GO-Jek untuk menyediakan layanan pijat, manicure dan pedicure dengan GO-Glam, atau membantu para pembantu rumah tangga (cleaner) mendapatkan pekerjaannya dengan GO-Clean, karena Nadiem mengatakan bahwa GO-Jek merupakan layanan aplikasi dengan misi sosial.

Ke depannya, Nadiem bercita-cita GO-Jek menjadi sebuah platfom di mana orang-orang yang memiliki skill dapat menawarkan jasa dari keahliannya.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
03-10-2015 17:51