Main Menu

Atasi PHK Presiden Jokowi Percepat Investasi Padat Karya

Januar
05-10-2015 11:37

Presiden Joko Widodo (ANTARA/Yudhi Mahatma)

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo hari ini (5/10) meluncurkan program "Investasi Padat Karya Untuk Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia". Pemerintah menggandeng 16 pabrik untuk menyerap tenaga kerja sebanyak 121.285 tenaga kerja selama 2015-2019.

 

Program ini dimaksudkan untuk dapat mengkomunikasikan kepada publik dan investor bahwa dilain pihak terdapat isu adanya pemutusan hubungan kerja (PHK), ternyata banyak juga pada waktu sekarang ini perusahaan sektor padat karya yang tetap melaksanakan realisasi proyek investasinya, dengan jadwal waktu penyelesaian konstruksi bertahap, ada yang akan selesai akhir 2015 dan ada yang bertahap hingga selesai akhir tahun 2019.

 

“Pesan dari program ini adalah investasi padat karya yang terus berderap atau bergeliat, dapat menyerap tenaga kerja yang cukup besar," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani dalam peluncuran program di lokasi pabrik PT. Adis Dimension Footwear di Balaraja Barat, Tangerang,  Provinsi Banten.   

 

Menurut Franky Sibarani, pada tahap pertama ini sebanyak 16 (enam belas) perusahaan berpotensi menyerap sekitar 100.000 orang tenaga kerja langsung. "Jumlah tersebut tentunya dapat menciptakan multiplier effect menggerakkan perekonomian sekitar, misalnya dengan tumbuhnya industri-industri pendukung lain," ujarnya.

 

Franky menambahkan, pada tahap pertama ini, BKPM bekerjasama dengan 16 perusahaan investasi padat karya di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah yang dapat menyerap tenaga kerja Indonesia sedikitnya 121.285 orang dalam kurun waktu 5 tahun (2015-2019).

 

Perusahaan yang sedang dalam tahap konstruksi terdiri dari 11 PMA dan 5 perusahaan PMDN dengan nilai total rencana investasi sebesar Rp.18,9 Trilyun dan total realisasi investasi sebesar Rp.11,4 Trilyun (sampai dengan September 2015) dengan total perkiraan nilai ekspor sebesar US$ 1.3 Milyar, adapun rincian penyerapan tenaga kerja ke-16 perusahaan PMA dan PMDN tersebut adalah 73.885 orang pada tahun 2015-2016 dan 47.400 orang pada tahun 2017 – 2019.

 

Franky menambahkan selain adanya dampak langsung penyerapan tenaga kerja, program investasi padat karya menciptakan lapangan kerja ini juga menunjukkan  wilayah  Jawa Barat dan Jawa Tengah masih menarik dan  kompetitif untuk lokailsi investasi padat karya, termasuk negara-negara lain‎.

 

Hal ini, menurut Franky, juga merupakan tantangan bagi Pemerintah Daerah untuk menyiapkan para calon tenaga kerja yang terdidik dan terlatih, dan membantu percepatan pengurusan perizinan daerah yg terkait realisasi investasi tersebut.

 

Daftar ke-16 industri padat karya tersebut antara lain: PT. Pou Yuen Indonesia, PT. Chang Shin Reksa Jaya, PT. Adis Dinamika Sentosa, PT. Feng Tay Indonesia Enterprises, PT. Parkland World Indonesia, PT. Selalu Cinta Indonesia, dan  PT. Seng Dam Jaya Abadi.

 

Kemudian, PT. Sri Rejeki Isman, PT. Jaya Perkasa Textile, PT. Rayon Utama Makmur, PT. Nesia Pan Pacific Clothing, PT. Eco Smart Garment Indonesia, PT. Delta Merlin Dunia Textile, PT. Delta Merlin Sandang Textile, PT. Apparel One Indonesia dan PT Jaya Perkasa Textile.

 

Dan satu Industri makanan dan minuman yaitu PT. Kaldu Sari Nabati Indonesia.


Reporter: Januar Rizki

Januar
05-10-2015 11:37