Main Menu

Bandara Syarif Kasim II Kehilangan Rp 4 M Gara-gara Asap

Tian Arief
07-10-2015 17:13

Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru diselimuti kabut asap (ANTARA/Rony Muharrman)

Pekanbaru, GATRAnews - PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyatakan telah kehilangan potensi pendapatan Rp 4 miliar, dari pembatalan kedatangan dan keberangkatan maskapai penerbangan akibat kabut asap kebakaran menyelimuti Sumatera.

"Kita sudah dapat gambaran kerugian Angkasa Pura selaku pengelola bandara dari mulai awal sampai akhir bulan sekitar Rp4 miliar," kata Hasturman Yunus, Kepala Divisi Pelayanan dan Operasional Bandara Syarif Kasim II, kepada Antara, di Pekanbaru, Rabu (7/10).

Yunus menjelaskan, kehilangan pendapatan ini dialami selama satu bulan penuh, yakni September 2015, yang dimulai dari terganggu pendaratan pesawat dalam sehari hingga bandara lumpuh total ketika tidak ada satu pun pesawat yang mendarat atau lepas landas.

Angka kehilangan pendapatan itu dihitung dari kerugian yang telah diberikan seperti Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) terminal domestik sebesar Rp45.000 per penumpang dan terminal internasional Rp150.000 per penumpang.

"Aturan satu pesawat penumpangnya 100 orang itu berangkat, tapi karena asap tak jadi berangkat. Maka kita jadi loss revenue. PJPU sudah termasuk dalam tiket, jadi dipulangkan dan kita tidak dapat apa-apa," kata dia.

Padahal bandara harus tetap beroperasi dengan mengeluarkan biaya listrik dan pendingin udara, agar calon penumpang merasa nyaman.

"Informasi saja bahwa kita keluarkan biaya listrik satu hari itu sebesar Rp75 juta untuk bandara. Belum lagi dari pendapatan pesawat mendarat, parkir, pemakaian garbarata, konter check-in dan semua ada biayanya. Jika ditotal sekitar Rp4 miliar," jelasnya.

Ada sebelas maskapai yang menggunakan bandara ini, masing-masing Lion Air, Garuda Indonesia, Batik Air, Indonesia AirAsia, Citilink, Susi Air, Silk Air, AirAsia, Firefly, Sriwijaya Air dan Malindo Air.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
07-10-2015 17:13