Main Menu

Go-Jek Luncurkan Layanan Angkutan Barang Go-Box

Tian Arief
08-10-2015 10:43

Nadiem Makarim (kanan) saat peluncuran Go-Box (ANTARA/Ida Nurcahyani)

Jakarta, GATRAnews - Perusahaan aplikasi Go-Jek resmi meluncurkan layanan angkutan barang yang dinamakan Go-Box. Menurut CEO Go-Jek Indonesia Nadiem Makarim, Go-Box pada dasarnya mengadopsi model bisnis yang sama persis seperti Go-Jek. Pihaknya bekerja sama dengan para penyedia layanan logistik dan pemilik mobil angkutan barang.

"Mulai dari pemilik mobil bak (pickup), mobil boks, truk engkel, dan truk engkel boks, untuk melayani kebutuhan masyarakat khususnya para pengusaha akan jasa layanan angkut antar barang dalam jumlah besar," kata Nadiem, pada pameran Indonesia Transport Supply Chain & Logistic (ITSCL) 2015, di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (7/10).

Nadiem, seperti dilaporkan Antara, menjelaskan, pemesanan jasa dilakukan lewat aplikasi Go-Jek yang sudah terupdate versi terbaru, dan memesan mobil boks sesuai volume barang yang akan diangkut dan memasukkan data pengiriman.

Untuk sementara, layanan baru itu baru tersedia di empat kota besar di Indonesia, masing-masing Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bali.

Untuk mobil pickup, biaya per kilometernya Rp 7.000 dengan minimum, dengan jarak pengiriman 10 kilometer atau sekitar Rp 170.000.

Sedangkan untuk mobil boks, per kilometer dipatok harga Rp 9.000 dengan minimum harga Rp210.000. Truk engkel biaya pengiriman per kilo meter Rp 10.000 dengan minimum pemesanan Rp 300.000.

Untuk truk paling besar atau engkel boks, biaya pengiriman per kilo meter Rp 12.000 dengan minimum pemesanan Rp 370.000.

Untuk pengiriman jarak jauh lebih dari 25 kilometer, dikenakan biaya mulai dari Rp 4.000 per kilometer.

Dalam kesempatan yang sama, pimpinan Go-Box Raditya P Wibowo mengatakan, hingga saat ini sudah banyak pengguna Go-Box, meski baru tiga hari aktif.

"Kebanyakan pengguna Go-Box sejauh ini adalah yang pindah kos atau para pebisnis kecil, UMKM yang butuh mendistribusikan produk. Kami melayani multi-dropping hingga ke 15 titik. Untuk pengiriman barang, tersedia asuransi maksimal hingga Rp10 juta, kalau ternyata harga barang lebih dari itu, maka di aplikasi sudah tersedia pilihan coverage tambahan," kata Raditya menjelaskan.

Go-Box menyediakan promo hingga 20 persen untuk setiap pemesanan selama satu bulan. "Promo ke depan bisa saja berubah, makanya pantau saja medsos kami," kata Raditya.

Saat ini, tercatat sudah ada lebih dari 85 perusahaan perusahaan layanan logistik yang bergabung dengan Go-Box dan 3.500 driver sudah mendaftar.

Raditya mengatakan, Go-Box mampu menekan biaya distribusi bisnis karena harga yang ditawarkan lebih murah sekitar 30 persen dibanding jasa serupa.

Go-Box sendiri memperoleh keuntungan dengan sistem bagi hasil dengan driver melalui tarif jarak.

"Sistem tarif di sini ada dua, tarif fixed uang jalan dan tarif berdasarkan jarak berapa kilometer, kita ambil 25 persen dari tarif jarak saja, jadi kalau dibanding nilai keseluruhan order sekitar 15-20 persen tergantung jarak," kata Raditya.

Hingga akhri Oktober ini, ditargetkan jumlah driver yang bergabung mencapai 5.000 dengan jumlah order 1,5 hingga dua ribu order per hari.

"Kita bukan perusahaan logistik tapi perusahaan aplikasi, kami hanya memfasilitasi. Kami ingin menjadi nomor satu aplikasi untuk seluruh on-demand service yang dibutuhkan pelanggan. Untuk Go-Box, kami jamin barang akan sampai dalam waktu 60 menit untuk layanan di dalam Jakarta, semakin banyak fleet pasti akan semakin cepat, bisa 15 menit," pungkas Nadiem yang berharap pertumbuhan order rata-rata Go-Box bisa mengungguli Go-Jek yakni di atas 138 persen tiap bulannya.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
08-10-2015 10:43