Main Menu

JK Minta Kementan Jaga Kestabilan Pangan

Januar
19-10-2015 22:40

Wakil Presiden Jusuf Kalla (ANTARA/Yudhi Mahatma)

Jakarta, GATRAnews - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kestabilan pangan khususnya beras nasional sudah mulai terjaga saat ini. Mengingat tingginya potensi gangguan panen padi, ia meminta Kementerian Pertanian menjaga produksi padi.

 

 

Menurutnya, kekurangan pangan seperti beras berpotensi menimbulkan konflik di berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, pasokan dan satabilitas harga pangan mutlak harus dijaga dan diperhatikan.

 

"Suatu negara seperti Indonesia yang bahan pangan utamanya padi, harus menjaga kebutuhan pangannya dan terus meningkatkan produktivitasnya," kata JK saat memberikan sambutan di desa Palu, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Sabtu (17/10).

 

Ia mengatakan tidak adanya impor beras merupakan sesuatu yang jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. JK mengapresiasi kinerja jajarannya, khususnya Kementerian Pertanian (Kementan) yang telah berjuang meningkatkan produksi pangan khususnya beras di seluruh Indonesia.

 

Ia menjelaskan, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menjaga kepentingan pangan. Sebab ketersediaan pangan menjadi kepentingan utama petani dan konsumen. Harga pangan juga harus menguntungkan petani dan tidak juga merugikan konsumen.

 

“Nah keseimbangan harga dan kepentingan inilah yang harus dijaga pemerintah. Sebab apabila harga turun, akan menyulitkan pentani, tapi bila harga naik akan merugikan konsumen. Beras ini berbeda dengan karet. Kalau harga karet melambung, petani di Sumatera Selatan senang, banyak beli motor baru dan perbaiki rumah," imbuhnya.

 

Namun bila harga pangan naik, ia mengatakan masyarakat miskin paling merasakan dampaknya. Karena sebagian besar gaji mereka atau sekitar 60% dari pendapatan mereka digunakan untuk membeli kebutuhan pokok. "Berbeda dengan masyarakat menengah ke atas yang sekitar 20-30% pendapatan mereka yang diperuntukkan untuk makanan dan sisanya untuk kebutuhan lain-lain,” ujar JK.

 

Untuk menjaga kestabilan pangan, perlu menggunakan teknologi. Sebab dengan teknologi, tidak perlu ada perluasan lahan tapi cukup peningkatan produksi. “Dengan adanya alat-alat pertanian ini, maka petani bisa sedikit melawan hukum alam yang selama ini kerap membuat petani tidak berdaya,” kata JK.

 

BPS Diminta Hitung Ulang Cadangan Pangan

 

JK juga mengingatkan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menghitung betul akurasi angka konsumsi beras nasional. Sebab, bila ada kesalahan perhitungan, maka itu berakibat pada ketersediaan pangan masyarakat. Ia mendesak agar BPS menghitung ulang soal data ketersediaan pangan agar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

 

Kedepan, tantangan baru dengan peningkatan jumlah penduduk yang diperkirakan mencapai 300 juta jiwa dalam kurun waktu 10 tahun sampai 15 tahun ke depan. Jumlah penduduk yang naik sekitar 20% ini dibarengi dengan peningkatan volume konsumsi pangan. Padahal dalam waktu bersamaan, lahan sawah akan berkurang karena sebagian digunakan sebagai tempat tinggal.

 

"Kehadiran teknologi, peralatan, bibit unggul dan pengairan sawah yang baik, itulah yang bisa mengatasinya," kata JK.

 


 

Reporter: Januar Rizki

Januar
19-10-2015 22:40