Main Menu

Realisasi Investasi Sektor Kelistrikan Tembus 20.000 MW

Januar
23-10-2015 07:01

Perbaikan listrik tegangan tinggi (Gatra/Agriana Ali)

Jakarta, GATRAnews - Sektor kelistrikan menjadi salah satu sektor yang diminati oleh investor baik asing maupun domestik. Hal ini ditandai dengan permohonan izin prinsip yang telah masuk Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang hingga kini telah mencapai 20.000 megawatt (MW).

 

 

Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan bahwa konstruksi pembangunan pembangkit listrik tersebut akan terus dikawal untuk mendukung program pemerintah membangun listrik 35 ribu MW. “Listrik merupakan komponen penting dalam proses produksi dan kelangsungan industri,” ujarnya di kantor BKPM, Jakarta, Kamis (22/10).

 

Franky menambahkan bahwa beberapa minat untuk membangun sektor kelistrikan diharapkan dapat segera merealisasikan investasinya sehingga dapat segera dirasakan manfaatnya bagi kalangan industri dan masyarakat. Dia menambahkan bahwa hingga kini yang telah masuk tahap konstruksi mencapai 8.800 MW dengan nilai proyek mencapai Rp 16 triliun lebih.

 

BKPM terus aktif melakukan koordinasi dengan PLN dan Kementerian ESDM untuk menyelesaikan problem-problem terkait kelistrikan yang dialami oleh investornya. “Untuk listrik, BKPM tidak membentuk desk khusus. Hanya menjalankan fungsi koordinasi saja, sekarang kami yang dikejar-kejar apakah ada yang ingin diselesaikan lagi,” paparnya. 

 

Kementerian ESDM menempatkan perwakilannya pejabat setingkat eselon I yang aktif membantu persoalan yang dialami oleh investor. Salah satunya yang pernah mengemuka adalah terkait dengan problem tower yang terkendala permasalahan tanah yang membutuhkan support dari PLN. “Akhirnya langsung dikirim GM PLN, sehingga masalah tersebut dapat diselesaikan. Kami hanya melakukan end to end service untuk investor,” jelasnya.

 

Deputi Bidang Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Azhar Lubis menambahkan bahwa investor yang melakukan investasi di bidang pembangkitan listrik tersebut ada yang memang bertujuan untuk dijual lagi ke PLN, ada juga yang dengan tujuan untuk digunakan sendiri.

 

“Memang ada yang investasi di bidang listrik, ada juga yang merupakan perluasan dari industri utamanya, sehingga dia membangun pembangkit untuk dimanfaatkan memenuhi kebutuhan sendiri dan sisanya dijual ke PLN,” ungkapnya.

 

Dari data realisasi investasi kuartal ketiga tahun 2015 yang dirilis BKPM hari ini (22/10) , untuk periode kumulatif Januari-September 2015, sektor listrik gas dan air menyumbang kurang lebih Rp 37,9 triliun atau 9,5% dari total realisasi investasi.

 

Jumlah tersebut diperoleh dari PMDN sebesar Rp 17,4 triliun atau setara dengan 13,1% dari total PMDN dan dari PMA sebesar US$ 1,6 Miliar atau setara dengan 7,5% dari total PMA.


 

Reporter: Januar Rizki

Editor: Dani Hamdani 

Januar
23-10-2015 07:01