Main Menu

Menteri Saleh Minta Investor Selandia Baru Tanam Modal di Indonesia

Januar
23-10-2015 13:35

Menteri Perindustrian Saleh Husin (GATRA/Eva Agriana)

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian, Saleh Husin baru saja menerima kunjungan Menteri Perdagangan dan Perubahan Iklim Selandia Baru, Tim Goser di Gedung Kemenperin, Kamis (22/10). Dalam pertemuan tersebut, Saleh meminta investor Selandia Baru untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.

Selama ini, Indonesia banyak mengimpor produk makanan dan minuman dari Selandia Baru dengan nilai hingga US$ 456 juta per tahun. Sedangkan produk dari Indonesia yang dikapalkan ke Selandia Baru antara lain makanan ternak, besi baja, karet olahan dan pupuk.

"Nilai produk dairy dari Selandia Baru mencapai Rp 6 triliun yang menandakan Indonesia pasar penting bagi mereka. Maka kita minta mereka untuk berinvestasi langsung di Indonesia terutama di industri dairy, jangan cuma jadi pasar dong." kata Saleh.

Menteri Saleh menambahkan saat ini merupakan saat yang tepat bagi investor global menanam modal di Indonesia. Beberapa paket kebijakan ekonomi tengah digulirkan untuk mendorong aktivitas industri.

Selandia Baru dapat menjadikan Indonesia sebagai basis produksi susu untuk dipasarkan ke pasar domestik dan pasar ASEAN. Investasi dari negara itu dapat dilakukan dengan menggandeng perusahaan lokal.

Selain itu, ia juga mengungkapkan, kerjasama investasi kedua negara sejatinya menguntungkan Selandia Baru karena dapat mengatasi salah satu kendala yang dihadapi peternakan sapi yaitu pasokan makanan ternak. "Saat musim dingin, ketersediaan rumput di sana terbatas padahal itu pakan utama sapi," ujarnya.

Masalah tersebut dapat dibantu diatasi dengan memberikan pakan lain yakni bungkil kelapa sawit (Palm Kernel Expeller/PKE) yang merupakan salah satu produk sampingan CPO.

Untuk kerja sama yang sedang berlangsug antara kedua negara adalah pengembangan pembangkit listrik panas bumi di Indonesia.

Sejauh ini, investasi Selandia Baru meningkat dari US$ 446 ribu dengan 11 proyek pada 2013 menjadi US$ 17,5 juta dengan 6 proyek. Sementara hingga pertengahan tahun ini saja, investasi Selandia Baru tercatat US$ 14 juta yang tersebar di 6 proyek. 


Reporter: Januar

Editor: Nur Hidayat

 

Januar
23-10-2015 13:35