Main Menu

PLN Bangun 5 Pembangkit untuk Perkuat Kelistrikan Jakarta

Tian Arief
25-10-2015 13:46

Bagian dalam Gardu B430 Bandengan

Pulau Putri, GATRAnews - PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) sudah menyiapkan rencana sistem kelistrikan DKI Jakarta tahun 2015-2015 sebagai upaya untuk mencukupi meningkatnya kebutuhan listrik di Ibu Kota. Salah satunya dari rencana itu adalah membangun lima pembangkit di lima lokasi, dengan kapasitas total 3865 MegaWatt (MW).

Menurut General Manager PT PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang (Disjaya) Syamsul Huda, di Pulau Putri, pertengahan pekan ini, kelima pembangkit baru tersebut adalah pembangunan PLTGU Jawa 1 (2 x 800 MW), penambahan kapasitas PLTGU Muara Tawar (650 MW), pembangunan PLTGU Jawa 2 Priok (1 x 800 MW), penambahan kapasitas PLTGU Muara Karang (1 x 500 MW), dan penambahan kapasitas PLTU Lontar (1 x 315 MW).

Selain pembangunan dan penambahan kapasitas pembangkit, tutur Huda, PLN juga berencana menambah Gardu Induk (GI) baru, yakni tujuh buah GI 500 kilo Volt (kV), 81 buah GI 150 kV (lima di antaranya direncanakan beroperasi pada Desember 2015).

GM PLN Disjaya Syamsul Huda (GATRAnews/Tian Arief)

Huda menuturkan, pembangunan GI ini untuk mengurangi beban gardu yang sudah ada (eksisting) yang sudah kelebihan beban, sehingga bisa memperkuat pasokan listrik. Selain itu, tambahnya, juga membangun jaringan transmisi 500 kV (154 Kilometer), 150 kV (968 Kilometer), dan 20 kV (6000 Kilometer).

Sementara itu, penguatan jaringan distribusi listrik yang sudah ditempuh PLN Disjaya pada 2015, antara lain: rehabilitasi kabel tua sepanjang 150 Kilometer dan peremajaan peralatan gardu yang sudah tua dan rawan gangguan; pembangunan.

Selain itu juga melakukan pembangunan gardu sisip dan penambahan trafo untuk mengatasi gardu distribusi yang sudah kelebihan beban dan mengalami penurunan tegangan; dan memasang remote control pada gardu distribusi untuk mempercepat proses penormalan gangguan penyulang.


Interkoneksi Jawa Bali

Huda menjelaskan, kelistrikan di Jakarta tidak terlepas dari kelistrikan Jawa Bali, karena sistem listrik di Jawa Bali sudah menggunakan interkoneksi. Artinya, pasokan listrik saling terhubung dan saling mem-back up.

Pada siang hari, beban listrik di Jakarta lebih tinggi dibanding malam hari -berbeda dengan daerah lainnya yang kebalikannya- karena banyaknya sektor industri dan bisnis yang beroperasi di Ibu Kota.

Air mancur pun menggunakan energi listrik (GATRAnews/Tian Arief)

Jakarta dan Tangerang, jelasnya, dipasok dari 11 sumber yang terdiri dari tiga pembangkit, yakni Pembangkit Priok, Pembangkit Lontar, dan Pembangkit Muara Karang, ditambah delapan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500/150 KV, yang meliputi GITET Cibinong, Bekasi, Cawang, Depok, Gandul, dan Balaraja.

Dari 11 GITET yang memasok listrik Jakarta dan Tangerang, lanjutnya, delapan di antaranya sudah melebihi 80% dari kapasitasnya. Kapasitas GITET 500/150 KV pada 2015, yaitu 8500 MVA, sedangkan kebutuhan kapasitas GITET 500/150 KV pada 2020 di Jakarta diprediksi mencapai 13.000 MVA.

"Peningkatan kebutuhan kapasitas GITET tersebut seiring dengan perkiraan beban puncak pemakaian energi listrik pada 2020, sebesar 10.070 MW, meningkat dari beban puncak yang pernah dicapai PLN Disjaya saat ini sebesar 6.940 MW.

Huda menambahkan, peningkatan beban puncak di Jakarta disebabkan adanya kenaikan kebutuhan listrik masyarakat, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. "Seperti rencana reklamasi Pantai Utara Jakarta yang membutuhkan kurang lebih 2.150 MV. Rencana ini masih dalam proses pembahasan dan pengkajian lebih lanjut antara pengembang dengan PLN," ujar Huda menambahkan.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
25-10-2015 13:46