Main Menu

Pemerintah Lindungi Industri Tekstil dari Impor Ilegal

didi
28-10-2015 16:50

Industri tekstil (Dok.GATRA/Abdul Malik)

Jakarta, GATRAnews - Pemerintah menegaskan akan terus melindungi industri tekstil nasional dari impor produk ilegal. Selain merugikan negara, impor tektil ilegal juga mengikis daya saing tekstil nasional dan mengancam produktivitas serta lapangan kerja.

"Industri tekstil adalah industri padat karya. Jika kita tidak tegas, taruhannya adalah mata pencaharian pekerja dan investasi triliunan dari pengusaha yang sudah percaya pada prospek bisnis di Indonesia," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (28/10).

Ia mengatakan hal itu, saat meresmikan pabrik tekstil PT Dynic Textile Prestige di Bekasi, Jawa Barat. Sampai triwulan II 2015, investasi di sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) telah mencapai Rp 3,95 trilyun dengan komposisi 55,8% untuk PMA dan 44,2% untuk PMDN.

Industri ini menciptakan Devisa Negara senilai US$12,74 milyar dan secara kumulatif mampu memberikan kontribusi sebesar 1,22% terhadap perekonomian nasional. Lapangan kerja yang tercipta mencapai 10,6% dari tenaga kerja industri manufaktur.

"Penindakan (pada impor ilegal) harus dilakukan, apalagi jika melihat bahwa industri tekstil kita memenuhi kebutuhan sandang dalam negeri hingga 70%. Investasi TPT yang hampir Rp 4 trilyun, nilai devisa Rp 172 trilyun dan serapan tenaga kerja itu sangat berarti dan harus dilindungi," terang Saleh.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
28-10-2015 16:50