Main Menu

Saint Gobain Bangun Pabrik Semen Instan Sumatera pada 2016

didi
05-11-2015 08:47

Saint Gobain group (AFP Phoro)

Jakarta, GATRAnews - Perlambatan ekonomi yang terjadi di Indonesia tidak menyurutkan langkah investor asing melakukan ekspansi bisnis di Tanah Air. Seperti yang dilakukan perusahaan bahan konstruksi asal Prancis, Saint Gobain Group, yang akan berekspansi membangun pabrik semen instan di Sumatera pada 2016.

General Delegate Saint Gobain Asia Pacific Javier Gimeno, di Jakarta, Rabu (4/11), mengatakan, aksi korporasinya tersebut akan dilakukan lewat PT Cipta Mortar Utama yang sebagian besar sahamnya dimiliki Saint Gobain.

"Tahun depan, kami berencana ekspansi ke Sumatera dengan nilai investasi sekitar 7 juta euro (sekitar Rp 103 milyar)," kata Javier.

Menurutnya, meski Indonesia saat ini terkena turbulensi yang membuat pertumbuhan ekonomi melambat, namun ia tetap yakin masih ada potensi yang besar ke depannya.

Javier memandang Indonesia merupakan pasar potensial. Selain jumlah penduduk yang besar, Indonesia menjadi pasar yang menarik karena terus meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah.

"Ekonomi Indonesia fundamentalnya bagus dan punya potensi ke depan yang lebih bagus setelah rintangan-rintanga  bisa dihadapi. Asia Tenggara khususnya Indonesia memang menjadi salah satu prioritas pengembangan bisnis kami," tuturnya.

Ia menuturkan, Saint Gobain dalam 18 bulan terakhir sudah menanamkan investasinya di Indonesia sekitar US$60 juta atau Rp 810 milyar. Investasi itu beberapa diantaranya digunakan untuk pengembangan pabrik gypsum dan akuisisi saham Mortar Utama.

Kebijakan pemerintah yang mengakselerasi ketersedian infrastruktur dikauinya menjadi sentimen poisitif buat bisnis di sektor konstruksi. Meski begitu, ia mengaku pihaknya tak terlalu fokus untuk menggarap proyek-proyek monumental berskala besar. "Kami lebih memilih fokus masuk ke prosek sejuta rumah pemerintah. Potensinya besar," katanya.

Sejauh ini Mortar utama sendiri sudah menguasai 40% pangsa pasar. Sedangkan di bisnis produk abrasive Javier mengaku pihkanya sudah mengusai 20% pangsa pasar.

Adapun untuk produk gypsum, Saint Gobain berada peringkat 3 sampai 4 dengan penguasaan pasar 12%. "Diharapkan dengan kehadiran pabrik pangsa pasar menjadi 20% dan naik ke peringkat 2," imbuhnya.

Sekedar informasi, Saint Gobain telah hadir di Indonesia sejak 1992 dan mendirikan beberapa perusahaan yang mengelola produk berbeda. Salah satunya PT Saint-Gobain Abrasive Diamas, perusahaan patungan bersama Rodamas Group yang menjual peralatan abrasive untuk industri.

Selain itu, Saint-Gobain juga tengah menyelesaikan proses akuisisi terhadap PT Cipta Mortar Utama, perusahaan yang memproduksi semen instan. Saat ini, Saint Gobain telah memiliki 51% saham perusahaan.

Dengan PT Cipta Mortar Utama, Saint Gobain telah memiliki lima pabrik di sekitar Jakarta dan dua di Surabaya.  Di sisi lain, pada tahun lalu, Saint Gobain mengucurkan dana investasi senilai US$45 juta untuk mendirikan pabrik gypsum di Cikande melalui anak usahanya, PT Saint-Gobain Gyproc Indonesia.

Ketiga lini bisnisnya di Indonesia ini mampu meraup keuntungan hingga lebih dari EUR 100 juta, yang menyumbang 0,02% dari total pendapatannya di seluruh dunia yang mencapai EUR 41 milyar.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
05-11-2015 08:47