Main Menu

Hipmi Minta Roadmap Hilirisasi Rumput Laut

didi
07-12-2015 16:43

Rumput laut (ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang)

Jakarta, GATRAnews - Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP Hipmi) meminta agar pemerintah membuat peta jalan (roadmap) hilirisasi dan industrilisasi terlebih dahulu sebelum menerapkan larangan ekspor rumput laut secara penuh.

“Kebijakan ini bagus. Tapi kita usul Ibu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Red.) membuat roadmap hilirisasi dan industrilisasinya seperti apa. Ini diterapkan secara integratif dan menyeluruh baru kemudian larangan dilakukan secara total,” ujar Munafri Arifudin, Ketua Bidang Maritim dan Agro Industri BPP Hipmi, dalam siaran pers di Jakarta, Senin (7/12).

Pernyataan dia menanggapi rencana pemerintah melarang ekspor rumput laut dalam waktu dekat. Menurut dia, Hipmi mengapresiasi berbagai kebijakan yang telah ditempuh oleh Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Susi Pudjiastuti. Kebijakan tersebut membuat stok ikan di dalam negeri menjadi melimpah dan siap dipanen. Hipmi mendukung kebijakan melarang ekspor ikan dalam lima tahun ke depan.

Meski demikian, Hipmi mengusulkan agar Menteri Susi membuat roadmap industri ini. Munafri mengatakan, belajar dari kesalahan minimnya hilirisasi minerba pada 2014, hilirisasi dan industrilisasi olahan rumput laut mesti dipersiapkan sebaik-baiknya.

Ia mengatakan, hilirisasi minerba merupakan kebijakan pemerintah yang sangat baik. Tujuannya, untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah bahan mentah mineral yang selama ini dinikmati industri olahan negara-negara asing.

“Kelemahannya, roadmap penerapan Undang-Undang Minerbanya tidak ada. Tiba-tiba semua disetop. Padahal, smelter belum siap. Ini yang membuat perekonomian dan pengangguran tiba-tiba menurun dan meningkat,” ujar Munafri.

Sebab itu, dia meminta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti agar membuat roadmap industrilisasi rumput laut. Dengan demikian, larangan ini kemudian dapat diterapkan secara bertahap.”Jadi, begitu industri, pabrik atau manufakturnya siap semua, baru setop secara total. Kalau ini kita dukung,” jelas Munafri.

Munafri memperkirakan, mempersiapkan industri ini butuh waktu minimal lima tahun. Sebab itu, guna memastikan agar industri ini tidak meredup sekejap, Hipmi menolak penghentian ekspor dalam waktu dekat. Sebagaimana diberitakan Menteri KKP menargetkan pada 2020 tidak ada lagi ekspor rumput laut tanpa melalui peningkatan nilai tambah.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
07-12-2015 16:43