Main Menu

Menperin: Pemerintah Akan Bangun 14 Kawasan Industridi Luar Jawa

didi
18-12-2015 15:57

Menteri Perindustrian Saleh Husin (GATRA/Eva Agriana)

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian Saleh Husin menilai, kawasan industri memegang peranan strategis dalam pembangunan industri nasional karena memberikan jaminan dan kepastian lokasi bagi investasi khususnya di sektor industri. “Saat ini, pemerintah telah mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi ke-6 dan pengembangan kawasan industri menjadi perhatian utama pemerintah. Tujuannya adalah mendorong pengembangan kawasan industri yang atraktif sebagai pendekatan wilayah,” katanya di Jakarta, Jumat (18/12).



Kementerian Perindustrian melalui koordinasi dengan Kementerian Bidang Perekonomian telah melakukan penyempurnaan Peraturan Pemerintah No.24/2009 tentang Kawasan Industri. “Harapan kita, akhir tahun ini Peraturan Pemerintah itu dapat ditandatangi oleh Presiden,” katanya.

Pengembangan kawasan industri, lanjut Saleh, akan difokuskan di luar Pulau Jawa, termasuk di kawasan Indonesia timur. Sepanjang 2015 hingga 2019, Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi pembangunan 14 kawasan industri.

“Percepatan program tersebut juga didorong oleh kerja sama dengan Gubernur dan Bupati atau Walikota selaku pimpinan kepala daerah tempat kawasan industri tersebut berlokasi,” ujarnya.

Saleh menambahkan, di luar pemerintah, kawasan industri juga dikembangkan oleh pihak swasta melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Diharapkan hal itu semakin memacu pemerataan dan penguatan industri.

“Keberadaan kawasan industri seperti di luar Jawa turut mendekatkan pengembangan industri ke sumber bahan baku dan membuka lapangan kerja serta memacu pertumbuhan ekonomi daerah. Dibukanya kawasan industri menjadi wujud nyata bagaimana kita membangun dari pinggiran seperti semangat pemerintahan Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla,” tuturnya.

Sebanyak 14 kawasan industri akan dikembangkan sesuai konsentrasi dan bahan baku yang dihasilkan daerah terkait seperti Bintuni Papua Barat (migas dan pupuk), Buli Halmahera Timur, Maluku Utara (smelter ferronikel, stainless steel, dan downstream stainless steel, Bitung Sulawesi Utara (agro dan logistik), Palu Sulawesi Tengah (rotan, karet, kakao dan smelter).

Sedangkan di Morowali Sulawesi Tengah, Konawe Sulawesi Tenggara dan Bantaeng Sulawesi Selatan difokuskan pada industri smelter ferronikel, stainless steel, dan downstream stainless steel.

Sementara di Kalimantan, kawasan industri di Batulicin Kalsel (besi baja), Jorong Kalsel (bauksit), Ketapang Kalbar (alumina) dan Landak Kalbar (karet, CPO). Di Pulau Sumatera, dikembangkan kawasan industri Kuala Tanjung Sumut (aluminium, CPO), Sei Mangke Sumut (pengolahan CPO), dan Tanggamus Lampung (industri maritim dan logistik).


Reporter: Didi Kurniawan

Editor: Dani Hamdani 

didi
18-12-2015 15:57