Main Menu

Baru Dua Sektor Jasa Bersertifikat Tunggal ASEAN

didi
07-01-2016 23:17

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan Benny Soetrisno (dok. Gatra)

Jakarta, GATRAnews - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sudah berlaku sejak awal Januari ini. Namun sektor jasa diproyeksikan masih belum berdampak dalam waktu dekat. Hal tersebut akibat sertifikasi tunggal sektor jasa di lingkup ASEAN masih belum dapat diimplementasikan. Di sisi lain, Indonesia dinilai cukup siap untuk beberapa sektor jasa tertentu.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan Benny Soetrisno mengatakan, belum adanya sertifikasi tunggal ASEAN tersebut membuat beberapa sektor jasa dirugikan. "Padahal, sudah cukup banyak sektor jasa yang telah siap menghadapi MEA," kata Benny dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Rabu (7/1).

Benny sendiri memproyeksikan, lalu lintas sektor jasa akan terlihat jelas pada tahun 2018 mendatang. Sektor jasa dari Indonesia yang telah siap dalam implementasi MEA antara lain perhotelan, minyak dan gas, serta pertekstilan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Bachrul Chairi mengatakan, dari delapan sektor prioritas di sektor jasa seperti insinyur, arsitek, tenaga pariwisata, akuntan, dokter gigi, tenaga survei, praktisi medis dan perawat, hanya dua yang sudah berjalan dan memiliki sertifikasi tunggal. "Yang sudah jalan sektor insinyur dan arsitek," kata Bachrul.

Bachrul menambahkan, walau masuk dalam sektor prioritas, tidak mudah bagi pekerja untuk masuk bekerja ke negara lain di ASEAN. Pasalnya, para pekerja masih harus tetap memenuhi persyaratan dari negara tujuan.

Bagi pengusaha, berlakunya MEA tidak akan berpengaruh besar terhadap membanjirnya tenaga kerja kelas menengah ke bawah. Namun, potensi lonjakan dapat terjadi di bidang tenaga kerja terlatih serta terdidik yang berada di jabatan yang tinggi.

Dengan adanya standar kompetensi yang seragam tersebut, diharapkan mampu memberikan kumudahan bagi pengusaha dalam merekrut pekerja. Pengusaha tidak harus melakukan uji kompetensi sendiri lagi karena sudah ada standar yang sama antara negara-negara lain.

Mengutip data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), pada periode Januari-Oktober 2015 jumlah TKA yang bekerja di bidang tenaga kerja terlatih dan terdidik dengan status jabatan yang tinggi jumlahnya mencapai 79.664 orang.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
07-01-2016 23:17