Main Menu

Jepang, Jerman, dan Korsel Minat Investasi Petrokimia

didi
18-01-2016 20:58

Layanan investasi 3 jam Badan Koordinasi Penanaman Modal (ANTARA/Yudhi Mahatma)

Jakarta, GATRAnews - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan, sejumlah investor dari Jepang, Jerman, dan Korea Selatan berminat menanamkan investasi hingga US$10 milyar di sektor industri petrokimia di Indonesia. Minat investasi petrokimia ditopang potensi pasar yang begitu besar dan ketergantungan bahan baku impor yang tinggi.

"Ada beberapa calon investor di industri petrokimia yang ‘commited’, dari Jepang, Jerman, Korea, ada juga yang dari dalam negeri,” kata Harjanto, Direktur Jenderal Industri Kimia Tekstil dan Aneka Kemenperin, di Jakarta, Senin (18/1).

Harjanto menilai, jika investasi petrokimia tersebut benar-benar terealisasi, nilainya bisa mencapai US$10 milyar. "Untuk memproduksi metanol memang harus dekat dengan gas. Tapi produk turunannya bisa diproduksi menyebar,” jelasnya.

Dalam hal ini, pemerintah berencana menetapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) agar barang setengah jadi yang diproduksi bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk industri dalam negeri.

Kemenperin tengah mendorong masuknya investasi sektor industri hulu petrokimia untuk menciptakan nilai tambah dan memperkuat kedalaman struktur industri.

Harjanto menambahkan, bahan baku untuk industri petrokimia sebagian besar tersedia di dalam negeri, seperti gas dan batu bara. “Selain itu, Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor ini juga tersedia meskipun harga komoditas yang masih relatif tinggi menjadi pekerjaan rumah pemerintah,” tutur Harjanto.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief


Klik www.gatra.com/telkomsel untuk daftar online kartuHalo Telkomsel tanpa harus datang ke kantor GraPARI

didi
18-01-2016 20:58