Main Menu

Laba Astra International Anjlok 25%

didi
25-02-2016 17:11

Prijono Sugiarto(ANTARA/Rosa Panggabean)

Jakarta, GATRAnews - PT Astra International Tbk membukukan laba bersih konsolidasian turun 25% menjadi Rp 14,5 trilyun, dari tahun sebelumnya senilai Rp 19,19 trilyun. Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengatakan, pada 2015 pihaknya menghadapi pelemahan harga komoditas dan penurunan konsumsi domestik.

"Selain itu meningkatnya kompetisi dari sektor penjualan mobil, dan merosotnya kualitas kredit korporasi yang mengakibatkan penurunan kontribusi di semua segmen kecuali teknologi informasi," kata Prijono, di Jakarta, Kamis (25/2).

Adapun pendapatan bersih konsolidasian Astra menurun 9% menjadi Rp 184,2 trilyun sepanjang tahun 2015 dari Rp 201,70 trilyun di tahun sebelumnya. Prijono mengatakan, penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan di segmen otomotif, alat berat dan pertambangan, serta agribisnis.

"Kami masih bersikap hati-hati terhadap prospek bisnis mendatang, namun dengan didukung kemampuan kami menghasilkan kas yang baik serta neraca keuangan yang kuat, kami terus berinvestasi bagi masa depan," kata Prijono.

Catatan, laba bersih dari grup bisnis otomotif Astra menurun 12% menjadi Rp 7,5 trilyun. Laba bersih bisnis jasa keuangan Astra juga menurun sebesar 25% menjadi Rp 3,6 trilyun. Hal yang sama juga terjadi pada laba bersih Grup Astra dari segmen alat berat dan pertambangan yang menurun sebesar 28% menjadi Rp 2,3 trilyun.

Sementara, laba bersih dari segmen agribisnis Astra sebesar Rp 493 milyar, mengalami penurunan 75%. Laba bersih segmen infrastruktur, logistik dan lainnya Astra menurun sebesar 17% menjadi Rp 406milyar. Hal berbeda terjadi pada laba bersih dari segmen teknologi informasi yang naik sebesar 2% menjadi Rp 204 milyar.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
25-02-2016 17:11