Main Menu

BI Minta Pelaku Industri Bertransaksi dengan Rupiah

didi
02-03-2016 16:32

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (ANTARA/Yudhi Mahatma)

Jakarta, GATRAnews - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menemui Menteri Perindustrian Saleh Husin di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, untuk meminta pelaku industri menggunakan mata uang rupiah dalam bertransaksi usaha.

"Transaksi yang sebelumnya, masih banyak yang menyelesaikan transaksi di dalam negeri dalam valuta asing. Di tahun yang lalu penggunaannya di kisaran US$7 milyar per bulan," kata Agus, seperti dilaporkan Antara, di Jakarta, Rabu (2/3).

Namun transaksi menggunakan valuta asing dolar berangsur turun hingga kurang dari US$4 milyar per bulan saat ini.

Artinya, lanjut Agus, dibutuhkan komitmen semua pihak untuk menjalankan aturan yang dikeluarkan Bank Indonesia untuk penggunaan rupiah dalam transaksi di wilayah NKRI.

"Kami melihat Kemenperin juga memberikan arahan kepada industri yang di bawah supervisi Kemenperin, untuk betul-betul bisa menerapkan penggunaan rupiah di dalam negeri," ujar Agus.

Mantan menteri keuangan dan direktur utama Bank Mandiri ini juga membahas sektor-sektor industri khusus yang memerlukan penyesuaian dan transisi bagi industri yang menggunakan valuta asing untuk beralih ke rupiah, sedangkan untuk beberapa industri dengan karakteristik khusus dan harus menggunakan dollar dalam transaksinya di NKRI, persoalan ini perlu dibahas lebih lanjut.

"Tapi yang kami tekankan, UU Mata Uang itu kan jelas, kalau untuk berdagang, transaksi perdagangan di wilayah NKRI harus menggunakan rupiah. Dan kalau masih ingin menggunakan valas, ada aturannya apa-apa saja yang boleh," ujar Agus, karena penggunaan rupiah dalam transaksi bisnis sektor industri di dalam negeri akan berkontribusi untuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Mantan Dirut Bank Mandiri ini mengharapkan penggunaan mata uang dolar bisa lebih ditekan di bawah US$4 milyar per bulan.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
02-03-2016 16:32