Main Menu

Menperin: Bangun Pabrik Mesin, Industri Otomotif Makin Ideal

didi
07-03-2016 17:50

Menteri Perindustrian Saleh Husin (GATRA/Eva Agriana/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan, industri otomotif Indonesia semakin ideal karena memperbanyak lini produksi, termasuk mesin yang menggunakan komponen lokal, dan tidak hanya berupa proses perakitan. Menurut Menperin, pemerintah tegas mendorong perusahaan industri kendaraan bermotor meningkatkan investasi dan memperdalam struktur industri.

"Bukan hanya ke perusahaan mereka yang di Indonesia, kita juga sampai kejar ke prinsipal di negara asalnya. Ini untuk menunjukkan keseriusan sekaligus menyakinkan mereka agar ekspansi," kata Menperin, dalam siaran pers di Jakarta, Senin (7/3), saat meresmikan pabrik ke-3 PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia di Karawang.

Pabrik memproduksi mesin (engine), dan merupakan salah satu pabrik mesin otomotif terkini Toyota di dunia, yang dibangun di atas lahan seluas 150 hektare.

Beroperasinya pabrik mesin ini senilai Rp 2,3 trilyun ini juga akan menyerap tenaga kerja 1000 orang. "Dibangunnya pabrik mesin, juga industri komponen dan pelibatan pelaku lokal menunjukkan industri kita semakin ideal, apalagi orientasinya juga untuk ekspor. Industri otomotif kita on the track dan naik kelas," katanya.

Pabrik memproduksi mesin (engine) dan merupakan salah satu pabrik mesin otomotif terkini Toyota di dunia. Saat ini, perusahaan membangun pabrik seluas 20 hektare dari total lahan 150 hektare.

Kemenperin berharap langkah Toyota tersebut dapat diikuti Agen Pemegang Merek (APM) lain dalam meningkatkan industrinya di Indonesia. Sehingga segera terwujud Indonesia sebagai basis produksi kendaraan bermotor dan komponen, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun tujuan ekspor ke depan.

Dengan pemasok lokal baru sebanyak 12 perusahaan, pabrik ini akan memproduksi mesin aluminium R-NR dengan bahan bakar bensin dan ethanol untuk kendaraan penumpang. Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai sebesar 80%.

"Kapasitas produksi pabrik ini 216 ribu unit per tahun. Mesin buatan Karawang ini bukan hanya untuk pasar Indonesia tetapi juga akan diekspor ke luar negeri," kata Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Masahiro Nonami. Tahun 2016 ini, rencananya akan diekspor 79 ribu mesin R-NR ke lima negara di kawasan Asia.

Ekspansi ini juga diakui Senior Managing Officer Toyota Motor Corporation Koei Saga sebagai bukti  Indonesia menjadi negara produsen penting dan basis ekspor bagi produksi kendaraan dan mesin.

Toyota telah berkomitmen menanam modal Rp 5,4 trilyun tahun ini setelah tahun 2015 lalu menanam modal Rp 5 trilyun. Dalam kurun waktu lima tahun, sejak 2015 hingga 2019, total rencana investasi Toyota sebesar Rp 20 trilyun.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Tian Arief

didi
07-03-2016 17:50