Main Menu

Investor Korsel Bangun Pabrik Komponen Listrik di Indonesia

Januar
06-04-2016 16:56

Ilustrasi (GATRAnews/Erry Sudiyanto/re1)

Jakarta, GATRAnews - Investor asal Korea Selatan berniat mendirikan pabrik komponen listrik senilai US$ 12 juta atau senilai Rp 150 miliar dengan kurs dolar AS Rp 12.500. Investor masih mempertimbangkan dua provinsi sebagai lokasi investasi mereka yakni di Provinsi Jawa Barat atau Provinsi Jawa Tengah.

 

Perusahaan asal Korea Selatan tersebut berencana untuk memproduksi peralatan untuk pembangkit listrik. Badan Koordinasi Penanaman Modal mengarahkan perusahaan untuk menanamkan modalnya dengan memanfaatkan fasilitas kemudahan investasi langsung konstruksi (KLIK).

 

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani menyampaikan bahwa minat yang disampaikan oleh perusahaan Korea Selatan tersebut cukup serius karena CEO dari perusahaan langsung mengunjungi dua provinsi di Indonesia untuk memilih lokasi pabrik. “Untuk provinsi Jawa Barat maupun provinsi Jawa Tengah kami akan arahkan ke kawasan industri KLIK yang prospektif,” ujarnya, Rabu (6/4).

 

Menurut Franky, minat investasi tersebut  tidak lepas dari rencana program pemerintah untuk membangun powerplant  35 GW dalam lima tahun ke depan. “Kehadiran investor juga mendukung kebijakan pemerintah untuk mendorong penggunaan local content sehingga perusahaan yang biasanya mengekspor produknya ke Indonesia dapat mulai mengalihkan usahanya dengan membangun pabrik di Indonesia,” jelasnya.

 

Lebih lanjut Franky mengemukakan bahwa setelah mereka mendapatkan lokasi lahan yang cocok, mereka diharapkan dapat segera mengurus izin investasi dengan fasilitas layanan investasi 3 Jam.

 

“Setelah mereka mendapatkan perizinan yang diperlukan dalam layanan investasi 3 jam, maka akan lebih cepat lagi kalau mereka berlokasi di kawasan industri KLIK karena dapat langsung melakukan konstruksi sembari secara pararel mengurus izin yang diperlukan,” paparnya.

 

Kepala BKPM juga menambahkan bahwa perusahaan Korea Selatan tersebut tidak hanya berminat investasi di bidang pembangkit listrik. Investor negeri ginseng ini juga tertarik dengan value chain distribution di bidang-bidang yang terkait dengan listrik.

 

Sementara Kepala Perwakilan BKPM di Korea Imam Soejoedi menyampaikan bahwa sang investor awalnya hanya mencari distributor di Indonesia. Namun melihat berbagai kemudahan yang ditawarkan oleh pemerintah maka mereka tertarik untuk membuka pabrik dalam waktu dekat ini.

 

“Dengan fasilitas layanan 3 Jam yang dikeluarkan oleh BKPM, telah memberikan pendorong bagi investor untuk meningkatkan rencana nilai investasi dan mempercepat rencana investasi mereka,” imbuhnya.

 

Imam juga mengemukakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan perwakilan RI dan tim MO wilayah Korea Selatan untuk mengawal rencana investasi tersebut utk segera direalisasikan dengan fasilitas pelayanan tiga jam. “Investor Korsel sangat mengapresiasi berbagai regulasi kemudahan dalam berbisnis di Indonesia” lanjut Imam.

 

Investor Korea Selatan termasuk yang aktif melakukan penanaman modal di Indonesia.  Investasi yang masuk dari Korea Selatan tahun lalu mencapai US$ 1,2 miliar tumbuh sebesar 7,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sejak 2010-2015 nilai investasi yang masuk dari Korea Selatan mencapai angka US$ 8 miliar. Dalam periode tersebut sektor yang masuk didominasi oleh sektor industri logam mencapai 45%.


Reporter: Januar Rizki

Editor: Dani Hamdani 


Klik www.gatra.com/telkomsel untuk daftar online kartuHalo Telkomsel tanpa harus datang ke kantor GraPARI

Januar
06-04-2016 16:56